Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA MINYAK dekati level terendah dipicu ekonomi AS

News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  14:57 WIB
MELBOURNE-Harga minyak mentah berjangka mendekati level paling rendah hampir sepekan setelah sempat meningkat seiring perkiraan Bank Dunia terkait mundurnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS). 
 
"Inventori cukup tinggi, kita harus melihat apakah ada tindak lanjut permintaan minyak berjangka Amerika Serikat," kata David Lennox, analis Fat Prophets di Sydney dikutip Bloomberg pada Rabu (16/1). 
 
Harga minyak berjangka berubah setelah sempat tergelincir pada bulan sebelumnya. 
Sementara, pasokan minyak mentah AS dan persediaan di Chusing sebagai titik pengiriman West Texas Intermediate (WTI) naik pada minggu kedua. 
 
Data Bloomberg mencatat kenaikan itu lebih tinggi dari perusahaan yang didanai American Petroleum Institute. Laporan Departemen Energi AS menunjukkan kenaikan persediaan sebesar 2,2 juta barel.
 
Survei Bloomberg sebelum laporan Departemen Energi kemarin menunjukkan stok minyak berjangka naik 2,2 juta barel. Disisi lain Bank Dunia memproyeksikan perkembangan ekonomi global mencapai 2,4% tahun ini, turun 3% dari perkiraan Juni.
 
Harga pengiriman Februari naik 0,23% menjadi US$93,51 per barel pada 13:46 di Singapura. Kontrak turun 0,9% menjadi US$93,28 dari hari sebelumnya, merupakan penutupan terendah sejak 9 Januari dan penurunan terbesar sejak 21 Desember.
 
Harga minyak mentah Brent pengiriman Februari berakhir kemarin dengan kenaikan 0,37% menjadi US$110,67 per barel pada perdagangan berjangka di London ICE Europe. (Bloomberg/41/faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top