Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DAHLAN ISKAN: Saya hanya menyetujui atau menolak

HA LONG, Vietnam--Menteri BUMN Dahlan Iskan mendukung aksi korporasi yang dilakukan PT Semen Gresik (SMGR) dalam mengakuisisi pabrik semen milik Thang Long Cement Joint Stock Company di Vietnam."Saya hanya dalam posisi menyetujui atau menolak. Tapi
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 19 Desember 2012  |  06:15 WIB

HA LONG, Vietnam--Menteri BUMN Dahlan Iskan mendukung aksi korporasi yang dilakukan PT Semen Gresik (SMGR) dalam mengakuisisi pabrik semen milik Thang Long Cement Joint Stock Company di Vietnam."Saya hanya dalam posisi menyetujui atau menolak. Tapi dalam hal ini [akuisisi Thang Long oleh Semen Gresik], saya menyetujui," ujarnya di sela-sela meninjau pabrik semen Thang Long di Kota Ha Long, Provinsi Quang Ninh, Vietnam, Selasa siang (18/12/12).Dalam meninjau pabrik semen berkapasitas 2,3 juta ton tersebut dan berjarak kurang lebih 200 kilometer dari Hanoi, Dahlan didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Mayerfas.Menurutnya, aksi korporasi yang dilakukan oleh Semen Gresik sudah tepat mengingat saat ini Indonesia kekurangan semen.Kendati begitu, paparnya, pemerintah terus menggalakkan pembangunan dan perluasan pabrik semen oleh BUMN agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi.Sebelumnya diberitakan bahwa Semen Gresik pada Selasa sore  (18/12/2012) akan menandatangani kesepakatan jual beli (closing agreement) saham pabrik Thang Long Cement yang merupakan anak perusahaan General Export Import Joint Stock Company (Geleximco) di Hanoi.PT Semen Gresik berencana menjadi pemegang saham mayoritas dengan penguasaan 60%-80%. Untuk keperluan tersebut, Semen Gresik yang segera berganti nama menjadi Semen Indonesia memiliki dana segar senilai Rp3 triliun.Dubes RI untuk Vietnam Mayerfas menjelaskan kepemilikan saham Thang Long Cement oleh Semen Gresik menambah daftar jumlah perusahaan Indonesia yang beroperasi di negara tersebut.Sebelumnya, kata dubes, sudah ada sejumlah perusahaan seperti Ciputra Group, Jafpa Comfeed, dan Vietmindo yang mengembangkan sayapnya di Vietnam, khususnya di bagian utara.Bahkan, paparnya, Vietmindo menjadi satu-satunya perusahaan asing yang memiliki hak penambangan batu bara di Vietnam. Di [Vietnam bagian] selatan lebih banyak lagi [perusahaan Indonesia] yang beroperasi," tutur Mayerfas. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top