Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DARMIN: Rupiah turun karena bunga utang dolar

JAKARTA: Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut dipengaruhi jatuh tempo pokok serta bunga utang denominasi dolar AS tahun ini yang lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya."Jatuh
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 31 Mei 2012  |  14:54 WIB

JAKARTA: Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut dipengaruhi jatuh tempo pokok serta bunga utang denominasi dolar AS tahun ini yang lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya."Jatuh tempo utang di 2012 agak melebar [dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya]," ujar Darmin dalam rapat kerja untuk rencana kerja pemerintah (RKP) untuk tahun anggaran 2013 di depan Komisi XI-DPR siang ini, 31 Mei 2012.Meskipun tanpa memerinci jumlah utang negara, sebelumnya pada kesempatan yang sama Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga mengatakan pembayaran kupon dan dividen merupakan salah satu faktor utama penyebab turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sudah turun 4,06% hingga 30 Mei sejak akhir tahun lalu ke Rp9.453 per dolar AS.Nilai tukar yang turun tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam menentukan RKP anggaran 2013."Depresiasi disebabkan adanya permintaan valas akibat repatriasi pembayaran dividen dan kupon," ujar Agus dalam paparan sebelum Darmin.Di tempat yang sama, ketika dikonfirmasi Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan utang luar negeri berdenominasi dolar AS, yang disampaikan Darmin lebih tinggi tahun ini, kemungkinan merupakan semua utang termasuk utang korporasi, tidak hanya utang pemerintah dan tidak hanya surat utang negara (SUN).Menurut Rahmat, saat ini utang denominasi dolar AS negara tidak ada yang jatuh tempo dalam jumlah besar."Jumlah tepatnya saya tidak hafal mendetail, [tapi] porsi utang denominasi dolar AS negara sekitar 40% dari total utangnya. Datanya nanti ya," ujarnya di sela rapat kerja. (Bsi)

 

BERITA LAINNYA:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top