Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREDIKSI INDEKS: Cenderung menguat, perhatikan INDF, CTRA, PTPP, BBNI, & AKRA

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan masih berpotensi untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu 30 Mei 2012.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  06:14 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan masih berpotensi untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu 30 Mei 2012.

 

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada menilai menguatnya indeks dalam negeri disokong oleh performa bursa Asia yang juga mengalami penguatan.

 

"Di Amerika dan Eropa, data-data bursa juga mengindikasikan adanya kenaikan positif," katanya di Jakarta, Selasa 29 Mei.

 

Tapi sentimen negatif dari Eropa dan melemahnya nilai rupiah juga harus diwaspadai karena seminggu terakhir, investor asing masih melakukan net sell.

 

Reza mencatat pada perdagangan 29 Mei 2012, investor asing telah melakukan profit taking sebesar Rp415 miliar. Diperkirakan aksi ini juga masih terus terjadi beberapa hari ke depan.

 

Angka support akan berada di rentang 3899-3908 dan resistance berada pada kisaran 3925-3933. Sementara itu, Reza merekomendasikan saham INDF, CTRA, PTPP, BBNI, dan AKRA.

 

Kemarin, indeks menguat tipis 0.38 poin atau 0.01% dari 3.918,69 ke  3.919,07. Adapun indeks Bisnis27 naik 0.14 poin atau 0.04% menjadi 325,31. Sementara indeks LQ45

 

Di bursa Asia, Nikkei 225 naik 63,93 poin atau 0,74% menjadi 8.657. Hong Kong Hang Seng Index juga menguat 1,35% atau 254,47% menjadi 19.005. Dibanding bursa Asia lain, kenaikan IHSG menempati posisi terlemah.

 

IHSG Oversold

Dari data historis, Reza menilai rendahnya kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) dibanding bursa Asia lain dipicu oleh posisi IHSG yang sudah mengalami oversold.

 

Sejak bursa global mengalami penurunan pada September 2011, IHSG bergerak naik pada Januari hingga Maret mendahului kenaikan bursa-bursa di Asia yang lain.

 

Ketika wacana krisis Yunani kembali menguak, terjadi kepanikan di pasar sehingga para investor yang sebelumnya masuk ke Indonesia kembali menarik investasi.

 

Periode oversold diperkirakan telah terjadi pada awal April lalu. Hingga penutupan bursa pada 29 Mei ini, asing masih melakukan net sell sebesar Rp415 miliar.

 

Karena itu, ketika sentimen bergerak positif awal pekan ini, IHSG tidak bisa mengalami kenaikan yang sama dengan bursa lain. "Kini saatnya indeks lain naik, sementara IHSG turun karena net sell asing.”

 

Selain itu, kenaikan yang tipis ini juga disebabkan oleh menguatnya dolar Amerika dan pelemahan kurs rupiah.

 

Sementara transaksi bursa secara keseluruhan masih minim karena sebagian investor asing masih nyaman menyimpan modal dalam investasi yang stabil dalam bentuk dolar.

 

“Kekeringan likuiditas masih terjadi karena investor masih melihat sentimen negatif pada pertumbuhan ekonomi Eropa,” lanjutnya. (10/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Christine Franciska

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top