Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JUAL SAHAM: Saham Bank Mutiara dibeli dengan obligasi rekap

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Mei 2012  |  17:01 WIB

 

 

JAKARTA: Pembelian 99,99% saham PT Bank Mutiara Tbk dengan menggunakan obligasi rekapitalisasi akan menguntungkan entitas perbankan nasional dan pemerintah.

 

Direktur Utama Bank Mutiara Maryono mengatakan secara teknis opsi pembelian Bank Mutiara dengan menggunakan obligasi rekapitalisasi (rekap) bisa diterima. Namun, lanjutnya, keputusan ada di Kementerian Keuangan.

 

"Bagi perbankan nasional tentu lebih menguntungkan untuk membeli dengan menggunakan obligasi rekap karena tingkat pengembalian ekuitas [return on equity] Bank Mutiara pada Maret sudah mencapai besaran 18%. Lebih untung bagi perbankan nasional menggunakan obligasi rekap untuk membeli Bank Mutiara karena menawarkan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan disimpan di dalam neraca," ujarnya siang ini, 22 Mei 2012.

 

Bagi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tuturnya, kepemilikan terhadap obligasi rekap secara finansial tidak bermasalah karena bisa diuangkan atau dibayarkan ke Kementerian Keuangan sehingga jumlah utang pemerintah berkurang.

 

"Kami tentu lebih suka bank nasional ikut berpartisipasi membeli Bank Mutiara. Tetapi keputusan mengenai alat pembayaran dengan obligasi rekap ada di pemerintah, yang jelas transaksi dengan surat utang tersebut menguntungkan semua pihak."

 

Saat ini dua bank BUMN [badan usaha milik negara] yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk dan Bank Mandiri berupaya untuk melepas obligasi rekap yang dimilikinya supaya dapat meraih dana segar. Apabila surat utang tersebut dapat dijual, entitas tersebut memiliki dana lebih besar untuk ekspansi dan tidak perlu bagi bank tersebut memelihara kewajiban dana pihak ketiga yang setara dengan jumlah obligasi rekap.

 

Bank Indonesia (BI) juga menempuh kebijakan menciptakan kondisi supaya bank BUMN dapat melepas obligasi rekap ke pasar keuangan dengan harga yang wajar. BI juga telah menggelar pembicaraan dengan Kementerian BUMN mengenai keinginan sejumlah entitas bank BUMN untuk melepas obligasi rekap yang dimilikinya. 

Dampaknya, bank BUMN bisa lebih efisien. Obligasi rekap yang dimaksud adalah jenis variable rate dengan tenor yang berbeda-beda. 

Kontribusi bunga obligasi rekap jenis variable rate terhadap laba bank semakin menurun seiring dengan kebijakan acuan bunga surat utang tersebut yang berubah dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI) ke Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Saat ini kupon SPN berada pada level sebesar 2,18%. 

Obligasi rekapitalisasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk mendukung modal perbankan pada saat krisis moneter 1997-1998. 

Jumlah obligasi rekap yang diterbitkan mencapai Rp430 triliun dengan tenor paling panjang sampai 2020. Surat utang ini terbagi dua yaitu obligasi rekap fixed rate (bunga tetap) dengan kupon sekitar 13,175% hingga 14,275%. Entitas perbankan tentu akan mempertahankan obligasi rekap jenis ini karena kuponnya lebih tinggi dibandingkan dengan BI Rate yang berada di level 5,75% maupun tingkat imbal hasil surat utang negara yang berada di level 2,2% hingga 6,7%.(msb)

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN REDAKSI:

METRODATA ELECTRONICS Siapkan Right Issue

PASAR SURAT UTANG: Investor Cenderung Wait & See

Danareksa Investment Rilis RDPT Infrastruktur

AKSI ALIBABA: Berniat Beli Sahamnya Dari Yahoo! Senilai US$7 Miliar

HARGA EMAS: Pasar Keuangan Tertekan, Logam Mulia Melonjak

TRANSAKSI AFILIASI: Adi Karya Pinjamkan APR Rp57,1 Miliar

TOPIK AKTUAL PILIHAN REDAKSI:

KASUS NARKOBA: Sabu-Sabu Di Sumut Banyak Berasal Dari Malaysia

TRAGEDI SUKHOI: Wah.. Ada Dugaan Penipuan Jamsostek!

JUSUF KALLA: Memimpin Bisnis Beda Dengan Pemerintahan

DAUD YORDAN Naik Ring Lagi Juli

 

ENGLISH NEWS:

PALM OIL Climbs As Biggest Weekly Drop In 5 Months Lures Buyers

PLN To Spend IDR2.54 Trillion For VILLAGE ELECTRICITY Program

ARC Broadens Relationship With ANGLO AMERICAN In Indonesia

MARKET OPENING: Index Fall 46.79 Point

MARKET MOVING: BCA Eyes IDR4 Trillion Infrastructure Loans

RUPIAH Advances Most In Two Weeks On CHINA Pledge

JANGAN LEWATKAN5 Kanal TERPOPULER Bisnis.Com

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : M. Munir Haikal

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top