Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASAR SURAT UTANG: Investor cenderung wait & see

JAKARTA: Pelaku pasar surat utang Indonesia diperkirakan masih berhati-hati dan cenderung wait and see pada perdagangan hari pertama pascalibur panjang akhir pekan lalu.Analis obligasi PT Mega Capital Indonesia Ariawan mengatakan investor masih akan
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 21 Mei 2012  |  09:44 WIB

JAKARTA: Pelaku pasar surat utang Indonesia diperkirakan masih berhati-hati dan cenderung wait and see pada perdagangan hari pertama pascalibur panjang akhir pekan lalu.Analis obligasi PT Mega Capital Indonesia Ariawan mengatakan investor masih akan mencermati perkembangan kondisi Eropa di tengah minimnya sentimen dari dalam negeri."Kekhawatiran terhadap kondisi Eropa masih tinggi setelah lembaga pemeringkat Fitch menurunkan peringkat Yunani dari B- menjadi CCC seiring dengan kemungkinan Yunani yang tidak dapat mempertahankan keanggotaannya di Eurozone," katanya dalam riset, pagi ini, Senin, 21 Mei 2012Selain itu, penurunan peringkat beberapa bank di Spanyol oleh lembaga pemeringkat Moody’s menambah kekhawatiran terhadap kondisi di Eropa."Adanya beberapa sentimen dari Eropa ini masih berpotensi mendorong volatilitas yang tinggi di pasar utang Indonesia," jelasnya.Menurutnya, kenaikan angka credit default swaps (CDS) serta NDF Rupiah mengindikasikan bahwa pasar domestik masih berpotensi mengalami pelemahan.Meski demikian, dia menduga pelemahan yang cukup dalam selama beberapa pekan terakhir berpotensi dimanfaatkan investor untuk melakukan buy on weakness sehingga potensi pelemahan di pasar surat utang diperkirakan akan lebih terbatas."Strategi trading jangka pendek masih menjadi pilihan yang menarik ditengah tingginya volatilitas pasar," ujarnya.Pada perdagangan Rabu pekan lalu, pasar SUN melanjutkan pelemahannya yang dimotori oleh SUN bertenor pendek dan menengah seiring masih adanya kekhawatiran akan kondisi di Eropa.Yield SUN bertenor pendek dan menengah rata-rata naik sebesar 13bp dan 11bp sedangkan yield bertenor panjang naik 8 bps. Sementara itu, yield SUN acuan bertenor 10 tahun naik 15 bps ke level 6,58%."Seri FR0061 menjadi SBN dengan transaksi teraktif di pasar sekunder dengan total volume perdagangan mencapai Rp1,2 triliun," tambahnya. (spr)

 

 

 

BERITA MARKET PILIHAN REDAKSI:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top