Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

VALUTA ASING: Mata uang regional rontok

SEOUL: Sejumlah nilai tukar mata uang Asia berguguran menuju ke penurunan mingguan terbesar sejak November karena kekhawatiran krisis utang Eropa akan memburuk. Hal itu makin mendorong permintaan dolar di tengah sinyal ekonomi AS dan China kehilangan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Mei 2012  |  12:29 WIB

SEOUL: Sejumlah nilai tukar mata uang Asia berguguran menuju ke penurunan mingguan terbesar sejak November karena kekhawatiran krisis utang Eropa akan memburuk. Hal itu makin mendorong permintaan dolar di tengah sinyal ekonomi AS dan China kehilangan momentum.Indeks Dolar Asia Bloomberg-JPMorgan turun 0,9% minggu ini sejalan keluarnya dana global sekira US$1,5 miliar dari pasar saham di Korea Selatan dan Taiwan.Won dan ringgit Malaysia bersiap hadapi penurunan terbesar mereka sejak September, sementara rupee India merosot ke titik terendah sepanjang sejarah.Sentimen negatif datang dari Benua Biru. Peringkat kredit Yunani dipotong oleh Fitch Ratings kemarin akibat kekhawatiran negara itu akan meninggalkan euro, sementara Moody Investor Service menurunkan peringkat 16 bank Spanyol dan 26 pemberi pinjaman Italia pekan ini.Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, won turun 2,4% sejak 11 Mei mendekati 1.174,05 per dolar pukul 11.46 di Seoul.Adapaun, ringgit turun 2% menjadi 3,1345. Rupee melemah 1,6% menjadi 54,485 dan di rupiah merosot 1,3% menjadi 9.360 per dolar."Investor mengambil uang dari aset berisiko mengingat kecemasan yang berlarut-larut terkait masalah utang Eropa dan prospek pemulihan ekonomi," kata Shigehisa Shiroki dari Mizuho Corporate Bank yang khusus menangani perdagangan di Asia dan negara emerging-market."Ini adalah pukulan ganda untuk mata uang Asia karena banyak negara bergantung pada ekspor untuk pertumbuhan ekonominya," tambah Shiroki.Yuan melemah 0,25% pekan ini menuju 6,3262 per dolar di Shanghai. Baht Thailand turun 0,7% minggu ini ke 31,42 per dolar di Bangkok.Di tempat lain, peso Filipina terdepresiasi 1,3% menjadi 43,14 per dolar, dolar Taiwan kehilangan 0,7% menjadi NT$29,619 dan dong Vietnam turun 0,1% menjadi 20.850 per dolar.Sementara itu, laporan dari AS kemarin menunjukkan kontraksi yang tak terduga di bidang manufaktur dan tingkat kepercayaan konsumen ke terendah dalam hampir 4 bulan.Di sisi lain, data resmi yang keluar hari ini menunjukkan harga rumah di China jatuh ke rekor di 46 dari 70 kota yang dipantau oleh pemerintah pada April dari posisi tahun sebelumnya.Yunani memutuskan pelaksanaan pemilu pada 17 Juni setelah para pemimpin politik, terbelah atas langkah-langkah penghematan yang diperlukan untuk mengamankan bailout yang dipimpin oleh Uni Eropa, gagal membentuk koalisi setelah jajak pendapat 6 Mei. (Bloomberg/mtb/arh) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top