Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA ASIA: Indeks rontok, menumpuk kerugian

SIDNEY: Saham berjangka Jepang dan Australia berjatuhan, menunjukkan alat pengukur patokan akan memperpanjang kerugian minggu ini, di tengah keprihatinan yang meningkat bahwa Yunani akan keluar dari euro dan data ekonomi AS yang mengecewakan.Penerimaan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Mei 2012  |  07:18 WIB

SIDNEY: Saham berjangka Jepang dan Australia berjatuhan, menunjukkan alat pengukur patokan akan memperpanjang kerugian minggu ini, di tengah keprihatinan yang meningkat bahwa Yunani akan keluar dari euro dan data ekonomi AS yang mengecewakan.Penerimaan penyimpanan Amerika BHP Billiton Ltd (BHP), perusahaan tambang terbesar dunia, turun 2% dari harga saham penutupan di Sydney karena investor menjual saham dengan keuntungan yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi.

ADR Canon Inc (7751), produsen kamera Jepang yang tergantung pada Eropa untuk hampir sepertiga dari penjualan, kehilangan 2%. Sony Corp (6758), eksportir elektronik terbesar ketiga Jepang, turun 2,7%.Kontrak pada Nikkei Stock Average 225 Jepang berakhir pada bulan Juni ditutup pada 8.680 di Chicago kemarin, turun dari 8.850 di Osaka, Jepang. Pada penawaran prapasar berakhir di kisaran 8.690 di Osaka pada 8:05 am waktu setempat.

Kontrak indeks S&P/ASX 200 di Australia turun 1,8% hari ini. Indeks Selandia Baru NZX 50 turun 0,6% di Wellington."Jika para pembuat kebijakan tidak campur, biaya akan lebih tinggi untuk menemukan solusi nyata di Eropa," kata Diane Lin, fund manager yang membantu mengelola US$1 miliar dalam ekuitas pada Pengana Capital Ltd di Sydney. "Kami tetap sangat berhati-hati. Para politisi masih belum mengerti. "Lebih dari US$3 triliun telah dihapus dari nilai ekuitas seluruh dunia bulan ini karena kekhawatiran Yunani akan keluar euro menahan permintaan untuk aset berisiko. Negara ini menghadapi pemilu lain pada tanggal 17 Juni yang dapat meningkatkan pihak dibandingkan pada kondisi dana talangan internasional. (Bloomberg/arh)

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top