Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UNILEVER siapkan belanja modal Rp1,7 triliun

JAKARTA: Perusahaan produk konsumer dan kecantikan PT Unilever Indonesia Tbk mengalokasikan dana belanja modal pada tahun ini sekitar Rp1,7 triliun guna ekspansi usaha.
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 17 Mei 2012  |  08:35 WIB

JAKARTA: Perusahaan produk konsumer dan kecantikan PT Unilever Indonesia Tbk mengalokasikan dana belanja modal pada tahun ini sekitar Rp1,7 triliun guna ekspansi usaha.

 
Sekretaris Perusahaan Unilever Sancoyo Antarikso mengatakan dana capex tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik yang berlokasi di Surabaya dan Cikarang.
 
Selain itu, sambungnya, perseroan juga akan meningkatkan kapasitas distribusi dalam rangka menggenjot penjualan.
 
"Capex kita selama 3 tahun sejak 2010 adalah 300 juta Euro-350 juta Euro sehingga tahun ini alokasinya sekitar Rp1,7 triliun," katanya, Selasa malam 15 Mei 2012.
 
Menurutnya, capex tersebut berasal dari kas internal perseroan yang mana merupakan investasi dari induk usaha yaitu Unilever Global.
 
Peter Ter Kulve, Executive Vice President Unilever untuk Asia Tenggara dan Australasia, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar yang memegang peranan utama dalam pertumbuhan bisnis Unilever secara global.
 
"Sejak 2010 sampai akhir 2012, kami melakukan investasi yang signifikan [300 juta Euro-350 juta Euro] di Indonesia yang diperuntukkan meningkatkan fasilitas manufaktur dan distribusi Unilever Indonesia," katanya.
 
Menurutnya, kontribusi pendapatan Unilever Indonesia saat ini tercatat sebesar 4% dari total pendapatan Unilever Global yang mencapai 46,5 juta Euro pada tahun lalu.
 
Dia menargetkan pertumbuhan bisnis perseroan baik di Indonesia maupun global naik dua kali lipat pada 2020 dengan tetap memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. 
 
"Bagi kami, satu-satunya cara untuk terus berkembang di Indonesia maupun di seluruh dunia adalah dengan cara sustainable," jelasnya.
 
Dia meyakini prospek bisnis di Indonesia akan terus meningkat ke depannya seiring peningkatan daya beli masyarakat yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
 
"Dalam 5 tahun ke depan kami akan terus mengembangkan bisnis untuk menangkap peluang bisnis yang ada seiring peningkatan daya beli masyarakat," tuturnya.
 
Sepanjang 2011, emiten berkode UNVR itu mencetak kenaikan penjualan sebesar 19,2% menjadi Rp23,5 triliun dari Rp19,69 triliun.
 
Laba bersih perseroan juga naik 22,9% menjadi Rp4,2 triliun dari Rp3,39 triliun pada 2011.
 
Per 31 Maret 2012, penjualan bersih perseroan dilaporkan naik 16,5% menjadi Rp6,604 triliun dari Rp5,67 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
 
Adapun laba bersih yang dibukukan mencapai Rp1,16 triliun, naik 17,8% dari Rp989,73 miliar pada periode yang sama 2011. (sut)
 
 
 

BACA JUGA:

  • 08:15 - INDEKS HARGA SUN Terkoreksi 0,991 Poin

  • 07:45 - VALAS-EURO Masih Loyo Terseret Situasi Politik Yunani

  • 07:18 - TIKET PESAWAT-Asyik..., Garuda Beri Diskon 25% Untuk Mahasiswa

  • 06:53 - EDITORIAL BISNIS: Kasus Korupsi Jangan Tertutup Karena Musibah Sukhoi

  • 06:08 - BURSA EROPA: Indeks Stoxx 600 Jatuh Ke Posisi Terendah Tahun Ini

  • 05:38 - BURSA WALL STREET: Indeks S&P 500 Turun Terpanjang Dalam Sebulan

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top