Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASAR OBLIGASI: SUN terkoreksi akibat sentimen negatif pasar global

 
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 16 Mei 2012  |  16:03 WIB

 

JAKARTA: Sentimen negatif dari pasar global telah mendorong koreksi harga surat utang negara (SUN) seri acuan terutama seri FR0058.

 

Sekretaris Perusahaan Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Tumpal Sihombing melaporkan koreksi harga FR0058 terjadi hingga 140 basis poin dari leverl 112,15 ke 110,75 basis poin.

 

"Ini adalah level terendah FR0058 sejak 6 bulan terakhir," katanya dalam laporan tengah hari, Rabu 16 Mei 2012.

 

Namun demikian, sambungnya harga seri FR0060 berhasil rebound pada sesi pagi dengan penguatan sebesar +23,4 bps dari level 103,54 ke level 103,77.

 

"Penguatan tersebut terjadi pascaharga FR0060 menyentuh level terendahnya sejak awal tahun ini pada penutupan kemarin," jelasnya.

 

Secara umum, Tumpal menerangkan yield SUN di semua tenor masih mencetak kenaikan dengan besaran yang lebih tinggi ketimbang sesi padi kemarin.

 

"Kenaikan yield di semua tenor berkisar antara 8,1 bps-16,5 bps yang mana kenaikan tercepat terjadi pada tenor panjang dengan kenaikan rata-rata yield sebesar +10,34 bps atau sedikit lebih tinggi ketimbang yield tenor pendek yang juga naik +10,33 bps," tuturnya.

 

Selain itu, sambungnya, kenaikan juga terjadi di tenor menengah (5 tahun-7 tahun) dengan kenaikan +8,4 bps.

 

"Kenaikan di semua tenor mengindikasikan bahwa kecemasan pelaku pasar terkait kondisi Eropa yang belum menunjukkan adanya titik terang masih berlanjut hingga siang ini," ujarnya. (ea)

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top