HARGA KOPI: Pasokan berlimpah, pasar jeblok

LONDON: Harga kopi jatuh di New York dan London sejalan peningkatan pasokan global dan mendekati panen biji arabika di produsen terbesar dunia, Brasil. Harga kakao ikut meluncur. Data dari Organisasi Kopi Internasional (ICO) di London menunjukkan
News Editor | 24 April 2012 00:17 WIB
LONDON: Harga kopi jatuh di New York dan London sejalan peningkatan pasokan global dan mendekati panen biji arabika di produsen terbesar dunia, Brasil. Harga kakao ikut meluncur.
 
Data dari Organisasi Kopi Internasional (ICO) di London menunjukkan ekspor kopi global naik 4,3% dari Maret tahun lalu hingga Februari 2012.
 
Konsultan Archer Consulting, yang berbasis di Sao Paulo, menyebutkan penjualan biji arabika dari Brazil kemungkinan akan dimulai pada sekitar 1 bulan lagi.
 
Menurut broker kopi Carvalhaes Escritorio petani di Brazil menjual sisa tanaman 2011-2012 untuk mempersiapkan untuk musim baru.
 
"Pemanenan dari conillons [biji robusta] telah dimulai di beberapa daerah dan dalam waktu 1 bulan kita akan melihat banyak [pasok] arabica baru," tulis Rodrigo Costa, spesialis pasar kopi, dalam laporan untuk Archer Consulting. 
 
"Untuk produsen yang perlu arus kas, tampaknya tidak ada banyak alternatif lain," katanya, merujuk pada penjualan biji kopi saat ini.
 
Harga kopi Arabika untuk penyerahan Juli turun 0,5% menjadi US$1,781 per pon pukul 8.46 di ICE Futures US, New York, setelah sebelumnya merosot 1%.
 
Adapun, harga kopi robusta untuk penyerahan Juli turun 0,4% menjadi US$2.047 per ton di NYSE LIFFE, London. (Bloomberg/arh)
 
 

Sumber : M. Taufikul Basari

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top