Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaya Ancol emisi obligasi tahun depan

JAKARTA: Penguasa pantai wisata Ancol PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berniat melakukan emisi obligasi tahun depan.Rencana tersebut, menurut Corporate Secretary Pembangunan Jaya Ancol FX Husni akan digunakan untuk belanja modal perseroan tahun depan.“Sekarang
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 November 2011  |  18:50 WIB

JAKARTA: Penguasa pantai wisata Ancol PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berniat melakukan emisi obligasi tahun depan.Rencana tersebut, menurut Corporate Secretary Pembangunan Jaya Ancol FX Husni akan digunakan untuk belanja modal perseroan tahun depan.“Sekarang Bank Indonesia terus menurunkan BI rates. Sepertinya penerbitan obligasi akan menarik, tapi kami masih lihat kondisi pasar,” ujarnya, hari ini.Menurut Husni, perseroan sedang menimbang alternatif pembiayaan capex dikarenakan dana yang sudah sudah siap baru memenuhi setengah dari anggaran.Adapun, untuk belanja modal (capital expenditure) tahun depan, perseroan menganggarkan dana sebesar Rp974,42 miliar. jumlah tersebut meningkat 50,83% dari capex tahun lalu sebesar Rp646 miliar.Saat ini, pengelola taman hiburan Dunia Fantasi tersebut sudah mengantongi stand by loan sebesar Rp200—300 miliar untuk capex 2012.Husni menolak menyebutkan identitas bank tersebut, namun menurutnya pinjaman berasal dari salah satu bank pelat merah.Selain menggunakan pinjaman, perseroan juga akan menggunakan kas internal untuk sebesar Rp200 miliar. Dengan kata lain, masih dibutuhkan dana Rp400-500 milyar untuk memenuhi anggaran capex tahun depan.Meski emisi obligasi menjadi pilihan yang utama, namun menurut Husni perseroan tidak menutup kemungkinan mencari dana dengan cara lain.Salah satu pilihan alternatif adalah melalui penerbitan saham baru (right issue).“Kalau right issue, semua pihak sudah setuju. Tapi, kalau lihat harga saham PJAA, tampaknya right issue kurang menjanjikan. Discount-nya terlalu besar,” jelasnya.Akuisisi lahanDisinggung mengenai kinerja perseroan, Husni optimis jika target penjualan dan laba bersih perseroan bisa dipenuhi. Hingga kuartal III/2011 baru memenuhi 63,08% dari target tahun ini.Per 30 September, emiten pengelola rekreasi Dunia Fantasi tersebut membukukan laba bersih Rp101,87 miliar, sedangkan target tahun ini Rp161,51 miliar.“Kita masih optimis target bisa dicapai, namun untuk pendapatan dari sektor pariwisata tampaknya bakal sulit. Kalau properti kami yakin,” terangnya.Segmen pariwisata masih menjadi penopang utama kinerja keuangan perseroan dengan sumbangan pendapatan sebesar Rp437,26 miliar, atau setara dengan 67,25% dari total pendapatan.Sementara itu, segmen properti serta perdagangan dan jasa, masing-masing menyumbang Rp156,58 miliar dan Rp38,51 miliar.“Kuartal akhir tahun ini banyak penghematran yang bisa dilakukan. Salah satunya dari teknologi pengolahan air laut sudah bisa beroperasi,” jelasnya. (Kholikul Alim/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Kholikul Alim

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top