Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mencermati strategi Indosat mengurangi utang

Pendapatan Indosat diperkirakan tumbuh 2,83% pada 2011 Perkembangan sebuah perusa haan tentu perlu didukung dengan kuatnya posisi keuang an perseroan. Semakin besar beban yang dimiliki perseroan, termasuk beban utang, semakin sulit pula perusahaan dalam
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 21 November 2011  |  08:28 WIB

Pendapatan Indosat diperkirakan tumbuh 2,83% pada 2011 Perkembangan sebuah perusa haan tentu perlu didukung dengan kuatnya posisi keuang an perseroan. Semakin besar beban yang dimiliki perseroan, termasuk beban utang, semakin sulit pula perusahaan dalam ekspansi usaha.

 

Salah satu perusahaan yang telah menyatakan komitmen untuk mengurangi jumlah utang adalah PT Indosat Tbk.

 

Direktur Utama Indosat Harry Sasongko beberapa waktu lalu mengatakan perseroan berencana melunasi utang sebesar US$300 juta. Pada tahun ini, perseroan mengurangi utang lebih dari US$200 juta.

 

Managing Director PT Indo surya Aset Management Reza Pri yambada mengatakan keputusan emiten berkode saham ISAT un tuk mengurangi jumlah utang me rupakan langkah yang positif karena dia melihat jumlah utang Indosat yang dimiliki saat ini cukup besar dan menyulitkan perseroan untuk berkembang.

 

“Rencana manajemen Indosat mengurangi utang merupakan sentimen positif bagi perseroan. Perkembangan Indosat me mang masih terbatas saat ini, karena biaya yang mereka tanggung memang masih besar,” ujarnya.

 

Berdasarkan laporan keuangan per September 2011, total utang yang dimiliki In dosat, operator seluler terbesar kedua di Indo ne sia, tercatat Rp31,59 triliun, yang terdiri dari utang jangka pendek Rp11,24 triliun dan utang jangka panjang Rp20,35 triliun. Semen tara itu, posisi ekuitas yang dimiliki perseroan tercatat sebesar Rp18,94 triliun.

 

“Kalau dilihat jumlah ekuitas mereka masih lebih kecil dibandingkan dengan jumlah utang, artinya itu cukup membebani kinerja perseroan. Dengan ba nyak nya utang yang ditanggung perseroan, sulit bagi perusahaan untuk ekspansi dan menciptakan inovasi,” tuturnya.

 

Rencana pengurangan utang sebesar US$300 juta atau setara dengan Rp2,65 triliun itu memang diperkirakan belum akan mengurangi beban utang perseroan secara signifikan, tetapi Reza mengatakan dengan adanya komitmen mengurangi utang merupakan langkah yang baik.

 

 

MENJUAL MENARA TELEKOMUNIKASI

Belum lama ini, perseroan juga diketahui telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) tidak mengikat dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk untuk penjualan sebagian menara telekomunikasi perseroan. Indosat memang berencana menjual 4.000 menara dan menargetkan bisa mendapat dana segar sekitar US$500 juta dari penjualan itu.

 

“Pelunasan utang yang paling baik me mang dengan tidak me nimbulkan beban utang baru. Me lalui dana kas internal atau pun menjual sebagian aset perseroan atau kepemilikan saham per seroan di anak usaha misalnya, merupakan hal yang positif. Dengan demikian, beban utang berkurang tanpa timbul beban baru,” ungkapnya.

 

Dengan rencana pengurangan utang tersebut, Reza berharap Indosat bisa lebih fokus dalam pengembangan dan peningkatan kualitas produk yang dimiliki.

 

Selain itu, Reza cukup mengapresiasi komitmen perseroan untuk tidak ikut dalam perang tarif yang biasanya dilakukan antaroperator.

 

Dengan menekan tarif dan me masang tarif murah, sementara biaya beban yang harus dikeluarkan sama, maka akan ada potensi penurunan pendapatan.

 

Hal ini tentu tidak akan bagus bagi ki nerja perseroan. Indosat kemarin ini menyatakan tidak akan bermain perang tarif, dan me mang seharusnya seperti itu,” paparnya.

 

Per September 2011, Indosat mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 86,9% menjadi Rp992 mi liar dibandingkan de ngan pe rio de yang sama pada tahun lalu Rp530,9 miliar.

 

Kenaikan laba bersih itu ditopang adanya penurunan beban lain-lain bersih sebesar 49% menjadi Rp1,67 triliun dari Rp850,2 miliar.

 

Pendapatan usaha perseroan hanya naik 3,5% menjadi Rp15,36 triliun dari sebelumnya Rp14,84 triliun. Laba usaha perseroan juga tercatat turun 9,2% menjadi Rp2,31 triliun dibandingkan dengan sebelumnya Rp2,54 triliun. Akibatnya margin usaha perseroan turun menjadi 15,01% dari 17,12%.

 

KINERJA INDOSAT:

* Analis PT OSK Nusadana Securities Indonesia Jeffrey Tan dalam risetnya pada 1 November 2011 mengatakan perolehan kinerja perseroan selama 9 bulan pertama tahun ini masih sesuai dengan estimasi. Dia juga mengakui bahwa kompetisi di industri telekomunikasi sangat ketat.

 

* Pada akhir tahun ini Jeffrey memperkirakan pendapatan Indosat masih bisa tumbuh 2,83% menjadi Rp20,35 triliun dari Rp19,79 triliun. Kenaikan ini diharapkan dapat mendorong laba bersih perseroan bisa menembus Rp1,24 trilun.

 

* Pada tahun depan, Jeffrey memperkirakan pendapatan Indosat bisa tumbuh 7,22% menjadi Rp21,82 triliun dan laba bersih naik 38,67% menjadi Rp1,71 triliun.

 

* Adapun untuk harga saham emiten berkode ISAT ditargetkan bisa menembus Rp6.000 dengan rekomendasi saham netral.

 

* Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga saham ISAT ditutup melemah 0,92% atau turun Rp50 ke level Rp5.400 dan menjadikannya berkapitalisasi pasar sebesar Rp29,34 triliun. ([email protected])

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top