Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Borneo masuk ke Bumi Plc lewat dua induk

JAKARTA: PT Borneo Energi & Metal Tbk ternyata membeli 23,8% saham Bumi Plc milik Grup Bakrie senilai US$1 miliar melalui dua perusahaan induk (holding) yang sedang dibentuk. Di luar itu, Standard Chartered Bank ternyata mendekati bank-bank
Puput Jumantirawan
Puput Jumantirawan - Bisnis.com 08 November 2011  |  16:10 WIB

JAKARTA: PT Borneo Energi & Metal Tbk ternyata membeli 23,8% saham Bumi Plc milik Grup Bakrie senilai US$1 miliar melalui dua perusahaan induk (holding) yang sedang dibentuk. Di luar itu, Standard Chartered Bank ternyata mendekati bank-bank lain untuk ikut mendanai pinjaman 5 tahun senilai US$1 miliar yang akan ditarik Borneo Energi guna membiayai pembelian saham itu. Dua informasi material tersebut tidak disampaikan Borneo Energi dalam keterbukaannya ke bursa 1 November, sehari setelah meneken pembelian 23,8% saham Bumi Plc senilai US$1 miliar. Pembentukan dua holding itu sendiri terungkap dalam keterbukaan informasi Borneo Energi kemarin, sedangkan informasi dari Stanchart tertulis di laporan IFR Asia pekan ini. Sebelumnya, Borneo Energi tidak menyebut pembentukan dua holding itu. Manajemen juga menginformasikan Stanchart sebagai satu-satunya bank yang mendanai pinjaman tersebut. Direktur dan Sekretaris Borneo Energi Geroad Yusuf dalam keterbukaannya ke bursa kemarin menjelaskan dua perusahaan induk yang sedang dibentuk itu berbasis di Singapura. Kedua holding tersebut adalah Borno Bumi Energi & Metal Pte Ltd atau Borneo Bumi dan Bumi Borneo Resources Pte Ltd atau Bumi Borneo. Caranya, Grup Bakrie, dalam hal ini PT Bakrie & Brothers Tbk dan Long Haul Holdings Ltd, membentuk terlebih dahulu dua holding itu. Borneo Energi lalu membeli saham keduanya. Grup Bakrie kemudian membagi 47,6% saham Bumi Plc miliknya sama rata ke Borneo Bumi dan Bumi Borneo, masing-masing dengan kepemilikan 23,8%. Borneo Energi lalu membeli 51% saham Borneo Bumi dan 49% saham Bumi Borneo. Sisa sahamnya, baik di Borneo Bumi maupun di Bumi Borneo, dikuasai Grup Bakrie. Dengan demikian, perseroan dengan kode saham BORN itu memiliki 11,5% saham Bumi Plc melalui Borneo Bumi, dan 12,3% saham Bumi Plc melalui Bumi Borneo. Totalnya 23,8%. Adapun Grup Bakrie, menguasai 12,3% saham Bumi Plc melalui Borneo Bumi, dan 11,3% saham Bumi Plc melalui Bumi Borneo. Totalnya sama, 23,8%. Pengendali tetapMasih dari keterbukaan itu, manajemen Borneo juga menegaskan pembelian 23,8% saham Bumi Plc melalui kedua holding tidak mengubah posisi pemegang saham pengendali. Pasalnya, berdasarkan ketentuan Bursa Efek London, definisi pengendali adalah pemegang saham yang memiliki 30% atau lebih saham dengan hak suara Adapun, hak suara dari gabungan Borneo Bumi dan Bumi Borneo hanya 29,99%. Atas dasar ini, tidak ada perubahan pengendalian. "Walau belum diputuskan resmi oleh UK Takeover Panel, berdasarkan konsultasi sebelumnya kami telah diberitahu bahwa transaksi itu tidak mengubah posisi pengendali." Pada 1 November, BORN anjlok 15,5% ke Rp870 setelah perseroan menyelamatkan Grup Bakrie dari ancaman gagal bayar dengan membeli 23,8% sahamnya di Bumi Plc. Dalam transaksi itu, Borneo Energi membeli saham Bumi Plc pada harga BP10,91 per unit, premium 48% dari harga 31 Oktober dan 47% dari harga rata-rata 20 hari sebelumnya. Bumi Plc, kongsi Grup Bakrie dan Vallar yang didirikan Nathaniel Rothschild, adalah pemilik 85% saham PT Berau Coal Energy Tbk dan 29% saham PT Bumi Resources Tbk. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top