Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Margin call gerus saham Bumi

JAKARTA: Harga saham PT Bumi Resources Tbk anjlok ke level terendah selama setahun terakhir karena adanya margin call kepada investornya untuk menjual saham perseroan.Penurunan harga itu juga terjadi di tengah spekulasi nilai tukar rupiah akan terus
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 September 2011  |  16:53 WIB

JAKARTA: Harga saham PT Bumi Resources Tbk anjlok ke level terendah selama setahun terakhir karena adanya margin call kepada investornya untuk menjual saham perseroan.Penurunan harga itu juga terjadi di tengah spekulasi nilai tukar rupiah akan terus turun dan menggelembungkan beban biaya emiten batu bara terbesar di Indonesia itu untuk melunasi utangnya yang berdenominasi mata uang asing.Harga saham produsen batu bara pembangkit listrik terbesar di Asia itu terkoreksi 8,1% ke level Rp2.000 pada penutupan pasar sore ini, posisi terendah sejak 17 September tahun lalu yang berada di posisi Rp1.940. Di sisi lain, nilai tukar rupiah anjlok ke level Rp9.113 per dolar AS sore ini dari level Rp8.783 pada 23 September."Ada kekhawatiran melemahnya rupiah dapat meningkatkan beban biaya pelunasan utang Bumi dan harga sahamnya juga jatuh akibat margin call," ujar Edwin Sebayang, Kepala Riset PT MNC Securities, kutip Bloomberg sore ini.Direktur & Sekretaris Perusahaan Bumi Dileep Srivastava mengatakan penurunan harga saham lebih disebabkan karena adanya margin call, sedangkan penurunan nilai tukar rupiah tidak memengaruhi kemampuan pelunasan utang perseroan."Kami menjual, menerima, mengakuntansikan, meminjam, dan melunasi utang dalam denominasi dolar AS," ujar Dileep.Margin call merupakan tuntutan dari perusahaan efek kepada investor saham untuk menambah suntikan dana ketika sebuah harga saham yang dibeli dengan fasilitas margin jatuh. Jika permintaan tidak dituruti, maka saham tersebut harus dijual dengan paksa (forced sell). (Iaa/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top