Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Matahari baru terealisasi 40%

JAKARTA: Penjualan kotor PT Matahari Departement Store Tbk pada semester I tahun ini baru 40% dari target penjualan kotor tahun 2011. Semester I/2011 perseroan baru berhasil membukukan Rp2,6 triliun dari target Rp9,09 triliun.  Hal tersebut terungkap
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 September 2011  |  15:27 WIB

JAKARTA: Penjualan kotor PT Matahari Departement Store Tbk pada semester I tahun ini baru 40% dari target penjualan kotor tahun 2011. Semester I/2011 perseroan baru berhasil membukukan Rp2,6 triliun dari target Rp9,09 triliun.  Hal tersebut terungkap melalui laporan keuangan perseroan semester I/2011 yang disampaikan melalui dokumen keterbukaan.Meski belum mencapai setengah dari target penjualan tahunan, namun penjualan kotor semester I/2011 mencatat kenaikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Perseroan mencatat kenaikan penjualan kotor sebesar Rp397,7 miliar atau setara dengan 17,8%.Dikonfirmasi Bisnis, Corporate secretary PT Matahari Departement Store Tbk Miranti Hadisusilo masih optimistis jika target penjualan tahun ini bisa tercapai. “Memang belum 50%, tapi itu belum termasuk penjualan pada lebaran yang biasanya menyumbang 30% dari total penjualan kotor tiap tahunnya,” tukasnya optimis.Optimisme tersebut menurut Miranti didasarkan kenyataan bahwa konsumen di Indonesia tidak terlalu terpengaruh kondisi ekonomi global. Berdasarkan pengamatannya, konsumen Indonesia masih tetap memilki daya beli yang cukup tinggi.Meski mencatat kenaikan penjualan yang tidak begitu baik, namun laba bersih LPPF mengalami kenaikan signifikan sebesar 98,6%. Dibandingkan laba bersih pada semester yang sama tahun lalu, laba bersih semester I tahun ini naik sekitar Rp128,5 miliar. Kenaikan tersebut turut mengerek kenaikan laba bersih per saham yang besarnya hampir 2 kali lipat dari Rp45 per lembar saham di semester I/2010 menjadi Rp89 per lembar saham di semester I/2011.Seperti diketahui, perseroan baru saja melakukan penggabungan Matahari dengan Meadow Indonesia. Aksi korporasi tersebut membuat mereka tidak lagi harus membayar royalti atas merek dagang seperti Nevada, Cool, dan Little M. Tahun ini, perseroan juga berniat untuk membuka sekitar 8-10 gerai baru dan merenovasi 20 gerai.“Kalau secara laba tidak terlalu berpengaruh. Namun, secara resiko kita lebih aman, sebab Meadow merupakan pemegang merek Matahari di Indonesia dan beberapa merek produk yang kami jual,” paparnya.(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhammad Kholikul Alim & Ahmad Puja Rahman Altiar

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top