Meski turun, emas diyakini masih akan berkilau

JAKARTA: Emas menuju penurunan harga mingguan terbesar sejak 2008 setelah merosot selama 3 hari di London karena beberapa investor menjual guna menutupi kerugian di aset lainnya. Harga emas untuk pengiriman segera anjlok 1,8% atau US$31,41 menjadi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 September 2011  |  21:14 WIB

JAKARTA: Emas menuju penurunan harga mingguan terbesar sejak 2008 setelah merosot selama 3 hari di London karena beberapa investor menjual guna menutupi kerugian di aset lainnya. Harga emas untuk pengiriman segera anjlok 1,8% atau US$31,41 menjadi US$1.708,72 per ounce, terendah sejak 25 Agustus, dan berada di US$1.709,72 pukul 11:48 di London. Emas sempat diperdagangkan di bawah US$1.700 per ounce setelah mencapai rekor US$1.921,15 pada awal bulan ini. Logam ini turun 5,7% minggu ini, penurunan terbesar sejak Desember 2008, dan menetapkan rekor US$1.921,15 pada 6 September. Emas untuk pengiriman Desember 1,7% lebih rendah pada US$1.713 di Comex di New York. Kepala Riset Real Times Futures Wahyu Laksono mengatakan apabila harga emas menembus dan bertahan di bawah US$1.762 per ounce, maka akan menambah momentum kelesuan untuk menguji harga di level US$1.750 dan membuka jalan untuk menuju US$1.702. Barclays Capital, seperti dikutip Bloomberg, mengatakan koreksi emas bersifat sementara dan logam ini akan mendapatkan keuntungan dari kekhawatiran tentang kondisi ekonomi dan suku bunga rendah. Harga berbagai komoditas jatuh minggu ini di tengah kekhawatiran bahwa pembuat kebijakan kehabisan alat untuk mencegah resesi global lainnya. Lebih dari US$3,4 triliun telah terhapus dari nilai ekuitas minggu ini, mendorong Indeks MSCI seluruh negara atas saham menuju kondisi lesu. Sentimen di Wall Street masih negatif pada Jumat meskipun janji dukungan datang dari para menteri keuangan negara G20 negara.Wahyu, dalam proyeksi pasar yang dikirm kepada Bisnis, menulis bahwa menteri keuangan negara-negara G20, yang bertemu di Washington menjelang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, menjanjikan dukungan bagi perekonomian global. Kelompok itu, menurut Wahyu, mengatakan berkomitmen untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem perbankan dan pasar keuangan yang diperlukan. (Taufikul Basari/ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top