Indeks Komoditas terpuruk

SEOUL: Indeks komoditas pada pekan ini terpuruk pada level yang terendah dalam 4 bulan terakhir mengiringi kekhawatiran upaya para pembuat kebijakan untuk mencegah resesi global justru mengurangi permintaan logam, bahan bakar dan makanan.Indeks Standard
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 September 2011  |  14:15 WIB

SEOUL: Indeks komoditas pada pekan ini terpuruk pada level yang terendah dalam 4 bulan terakhir mengiringi kekhawatiran upaya para pembuat kebijakan untuk mencegah resesi global justru mengurangi permintaan logam, bahan bakar dan makanan.Indeks Standard & Poor GSCI atas 24 komoditas naik 0,3% pukul 13:33 waktu setempat di Seoul, namun hanya sedikit mengurangi penurunan pada pekan ini yang sebesar 6,6% dan merupakan level terburuk sejak 6 Mei. Penurunan itu memberi sinyal timbulnya kerugian secara kuartalan terbesar sejak 2008.Harga tembaga, logam yang jadi referensi pertumbuhan industri, jatuh ke level terendah satu tahun dan emas di pasar spot mengalami pekan terburuk dalam lebih dari 4 bulan. Selain itu, harga minyak juga mengalami pelemahan pada pekan ini."Pasar masih dalam tekanan negatif," papar Natalie Robertson, seorang analis komoditas di Australia & New Zealand Banking Group Ltd, dalam laporan hari ini.Harga tembaga untuk kontrak pengiriman 3 bulan di London Metal Exchange telah jatuh 2,2% menjadi US$7.505 per metrik ton, yang merupakan level terendah sejak September tahun lalu. Harga komoditas ini telah turun selama enam hari kerja berturut-turut telah merosot 26% dari rekor US$10.190 pada 15 Februari.Selain itu, harga emas untuk kontrak pengiriman segera menguat 0,2% lebih tinggi ke level US$1.743,18 per troy ounce setelah kemarin jatuh ke level terendah dalam 4 pekan. Selanjutnya, harga emas untuk kontrak pengiriman Desember naik 0,2% menjadi US$1.745,80 per troy ounce di Bursa Comex, New York.Selanjutnya, harga spot perak naik 1% setelah jatuh ke level trendah dalam 4 bulan terakhir.Adapun harga minyak untuk kontrak pengiriman November naik 0,8% menjadi US$81,19 per barel di New York Mercantile Exchange. Namun, harga gandum untuk kontrak pengiriman Desember meningkat 1,7% menjadi US$6,4425 per bushel di Chicago Board of Trade, sehingga memangkas kerugian pekan ini menjadi 6,4%. 1 Bushel setara dengan 27,2 kilogram.(23/mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top