Rupiah pagi ini melemah ke Rp8.822

JAKARTA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pagi ini melemah 19 basis poin menjadi Rp8.822 sementara sahsam-saham Asia juga diperdagangkan melemah.Pada pukul 08.17 WIB, rupiah berdasarkan data Bloomberg diperdagangkan pada Rp8.822 per dolar AS,
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 19 September 2011  |  08:44 WIB

JAKARTA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pagi ini melemah 19 basis poin menjadi Rp8.822 sementara sahsam-saham Asia juga diperdagangkan melemah.Pada pukul 08.17 WIB, rupiah berdasarkan data Bloomberg diperdagangkan pada Rp8.822 per dolar AS, dengan kisaran Rp8.818 dan Rp8.828. Jumat pekan lalu rupiah diperdagangkan pada Rp8.803.Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono di Jakarta, Minggu, mengatakan nilai tukar rupiah akan segera kembali menguat setelah tekanan mereda dengan berbagai kebijakan yang dilakukan BI."BI akan tetap berkomitmen untuk berada di pasar bila diperlukan melalui berbagai cara termasuk intervensi langsung, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) baik secara bilateral operasi pasar terbuka (OPT) rupiah maupun lelang dengan menggunakan valuta asing," katanya.Berbagai intervensi ke pasar keuangan yang dilakukan BI itu, lanjut Hartadi telah meningkatkan kembali kepercayaan investor sehingga tekanan terhadap nilai tukar berkurang dan akan kembali ke trend penguatannya dalam waktu dekat ini.

Dia memaparkan gejolak di pasar keuangan pada pekan lalu dipicu oleh kekhawatiran oleh memburuknya penanganan krisis di Eropa yang memberikan tekanan pada keluarnya investor asing yang berjangka pendek untuk profit taking.Sementara itu strategik investor memilih tetap bertahan karena prospek RI ke depan yang baik. "Bahkan kami menandai masuknya beberapa strategik investor baru ke pasar keuangan Indonesia," kata Hartadi.Hartadi menuturkan cadangan devisa pada pekan lalu mengalami penurunan akibat operasi pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, maupun pembayaran utang luar negeri pemerintah."Cadangan devisa menurun lebih dari US$2 miliar dari US$124,6 miliar menjadi US$122 miliar." (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top