Harga SUN bertenor 5 tahun menguat lagi

JAKARTA: Harga surat utang negara (SUN) seri bertenor 5 tahun menguat lagi pada sesi pagi ini menjelang lelang obligasi pemerintah senilai Rp7 triliun, berbalik dari koreksi yang terjadi kemarin.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 13 September 2011  |  13:51 WIB

JAKARTA: Harga surat utang negara (SUN) seri bertenor 5 tahun menguat lagi pada sesi pagi ini menjelang lelang obligasi pemerintah senilai Rp7 triliun, berbalik dari koreksi yang terjadi kemarin.

 
Data Perhimpunan Pedangan Surat Utang Negara (Himdasun) sesi pagi, penguatan harga terjadi pada seri FR0030 dan FR0055 masing-masing ke level rekor 121,16% dan 105,89% dari posisi kemarin sebesar 118,25% dan 105,5%. 
 
Penguatan harga yang juga terjadi di tengah sentimen positif pasar global akibat rencana pembelian obligasi Italia oleh China itu menekan imbal hasil (yield) masing-masing seri di pasar sekunder. Koreksi yield terjadi ke level 5,53% dan 5,99% dari 6,18% dan 6,08%.
 
FR0030 merupakan SUN berkupon 10,34% per tahun yang diterbitkan pada Mei 2005 dan masih beredar sebesar Rp11,56 triliun. FR0055, yang jumlah beredarnya masih Rp14,4 triliun, berkupon 7,37% per tahun dan diterbitkan pemerintah sejak September 2010.
 
Pergerakan harga dan yield di pasar sekunder saling berbalik. Yield merupakan satuan perdagangan yang umum digunakan dalam transaksi obligasi yang dilakukan di luar bursa dan secara negosiasi (over the counter/OTC).
 
Selain SUN bertenor 5 tahun, SUN seri tenor lain lain bergerak beragam. Apresiasi harga terjadi pada SUN FR0054 yang bertenor 20 tahun ke posisi rekor baru 127,1%, menguat dari posisi kemarin 120,3%, tetapi harga seri FR0034 dan FR0057 terkoreksi.
 
Harga FR0034 yang bertenor 10 tahun terkoreksi tipis ke level 142,21% siang ini dari 142,3% kemarin dan mendongkrak imbal hasilnya ke level 6,8% hari ini dari 6,79% kemarin. Koreksi harga FR0057 yang bertenor 30 tahun terjadi ke level 119,49% siang ini dari posisi kemarin 119,8%. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top