Kebijakan moneter China jatuhkan minyak

Bambang Supriyanto | 27 Desember 2010 05:25 WIB

SINGAPURA: Harga minyak mentah jatuh dari level tertinggi lebih dari 2 tahun di New York setelah China meningkatkan suku biaya untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi di negara pengkonsumsi energi terbesar di dunia itu.

Harga minyak melemah 0,8% setelah People's Bank of China meningkatkan suku bunga pinjaman dan deposito sebesar 25 basis point pada hari Natal lalu. Menurut jajak pendapat Bloomberg, harga minyak mentah kemungkinan naik pekan ini di tengah-tengah spekulasi pasokan minyak AS menurun. Minyak untuk pengiriman Februari melemah US$0,72 menjadi US$90,79 per barel di New York Mercantile Exchange, mengakhiri kenaikan selama 5 hari. Kontrak ini berada pada level US$91,01 per barel pada pukul 8:14 di Singapura. Minyak naik 4% pekan lalu dan diperdagangkan pada level US$91,63 per barel, tertinggi sejak 8 Oktober 2008. Bursa Nymex tutup pada 24 Desember karena libur Natal.Sebanyak 16 dari 30 analis atau 53% memprediksi minyak mentah naik sampai 31 Desember. Sementara delapan atau 27% analis memprediksi turun sementara enam analis lainnya memperkirakan harga minyak akan sedikit berubah.Berdasarkan data pemerintah yang dirilis 22 Desember, persediaan minyak mentah AS jatuh 5,33 juta barel pekan lalu menjadi 340,7 juta barel. Cadangan minyak mentah jatuh 19 jtua barel atau 5,3% bulan ini, tertinggi sejak Desember 2006. Minyak mentah jenis brent untuk pengiriman Februari menguat 0,5% menjadi US$94,74 per barel di bursa komoditas berbasis London, ICE Futures Europe, tertinggi sejak 2 Oktober 2008. Kontrak tembaga menanjak 0,7% di London Metal Exchange.(t02/yn)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top