Saham BA merosot akibat chaos di Heathrow

LONDON: Saham British Airways turun kemarin akibat gangguan penerbangan di Heathrow menyusul turunnya salju dalam beberapa hari terakhir.Maskapai yang merupakan operator terbesar Heathrow ini, membatalkan 70 dari 130 keberangkatan dari bandara itu kemarin,
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 21 Desember 2010  |  10:47 WIB

LONDON: Saham British Airways turun kemarin akibat gangguan penerbangan di Heathrow menyusul turunnya salju dalam beberapa hari terakhir.Maskapai yang merupakan operator terbesar Heathrow ini, membatalkan 70 dari 130 keberangkatan dari bandara itu kemarin, menyebabkan ribuan orang terjebak.Menurut estimasi analis, BA menderita kerugian lebih dari 10 juta pound per hari. Angka ini mendekati kerugian yang timbul akibat pembatalan penerbangan ketika erupsiu vulkanik menyelimuti Eropa pada April."Selama kuartal ini, pendapatan BA diprediksi turun sekitar 27 juta pound per hari. Jika diasumsikan sekitar 70% dari angka itu adalah fixed cost, laba perusahaan bisa turun sekitar 8 juta pound per hari," kata analis Davy Stockbrokers Stephen Furlong seperti ditulis di harian bisnis Cuty A.M. hari ini.Dia menambahkan kontribusi terbesar laba BA berasal dari operasional Heathrow ini. Menurut analis Oddo Securities Yan Derocles, dampak situasi saat ini tergantung dari persentase penerbangan jarak jauh BA. Meski begitu, kerugian yang diderita bisa mencapai 10 juta pound per hari.Jurubicara BA menilai terlalu dini untuk menghitung berapa kerugian perusahaan. "Prioritas kami adalah menerbangkan sebanyak mungkin penumpang sebelum Hari Natal," katanya.Sekretaris Kementerian Transporasi Inggris Philiph Hammond kepada Parlemen menjelaskan penerbangan malam hari akan diperlonggar untuk mengurangi kongesti. Saham Eurostar, penyedia jasa kereta api, diperkirakan juga terpuruk akibat situasi ini. Ribuan penumpang mengantre di luar stasiun St. Pancras kemarin. Mereka berusaha untuk mendapatkan tiket ke Eropa setelah pembatalan pada akhir pekan lalu.Saham BA ditutup turun 1,85% menjadi 265,2 kemarin.(yn)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top