Ancol (PJAA) Targetkan Okupansi Hotel Capai 90% saat Libur Lebaran 2026

PT Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) menargetkan tingkat okupansi hotel mencapai 80-90% selama libur Lebaran 2026, dengan proyeksi 600.000 pengunjung.
Foto udara sejumlah perahu mengikuti lomba pada acara Jakarta International Dragon Boat Festival (JIDBF) ke-6 di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (13/7/2024). JIDBF yang diikuti 51 tim dengan total peserta sebanyak 1.154 orang itu untuk mempromosikan olahraga dayung di Indonesia. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/Spt
Foto udara sejumlah perahu mengikuti lomba pada acara Jakarta International Dragon Boat Festival (JIDBF) ke-6 di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (13/7/2024). JIDBF yang diikuti 51 tim dengan total peserta sebanyak 1.154 orang itu untuk mempromosikan olahraga dayung di Indonesia. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/Spt
Executive Brief
  • PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) menargetkan tingkat okupansi hotel mencapai 80-90% selama libur Lebaran 2026.
  • Hotel milik PJAA cenderung lebih ramai pada akhir pekan dan libur panjang dibandingkan hari biasa karena segmen pariwisata.
  • Ancol menargetkan 600.000 pengunjung selama libur Lebaran 2026, dengan kontribusi pendapatan diproyeksikan meningkat hingga 6%.

* Executive Brief ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA – Pengelola Taman Impian Jaya Ancol, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) memprediksi tingkat okupansi hotel milik perseroan akan mencapai 80—90% pada periode libur Lebaran 2026.

Direktur Operasional Pembangunan Jaya Ancol Eddy Prasityo, menerangkan bahwa okupansi hotel milik PJAA cenderung hampir memenuhi kapasitas pada periode akhir pekan. Tetapi sebaliknya jika pada weekdays.

”Di angka 80—90% kami bisa tercapai itu untuk hotel. Apalagi misalnya nanti pada saat long weekend. Lebaran kami juga optimistis mungkin tingkat okupansinya bisa jadi 80% untuk hotel,” katanya ketika ditemui wartawan di Ancol, Kamis (12/3/2026).

Eddy menerangkan bahwa secara historis, tingkat okupansi hotel milik PJAA dapat berada pada level 80—90% pada momentum pekan libur panjang.

Pasalnya, dia menegaskan bahwa segmen hotel milik PJAA merupakan hotel pariwisata, yang memang hanya akan ramai didatangi wisatawan pada periode libur maupun akhir pekan. Berbeda dengan hotel dengan segmen bisnis.

”Jadi memang kebalikannya. Kalau kami itu di weekday agak sepi, tapi di weekend karena ini hotel di tempat wisata, jadi lebih tinggi dibandingkan yang di pusat kota,” tambahnya.

Menilik laporan keuangan, pendapatan Ancol pada 2025 di segmen pariwisata dan real estat memang mendominasi sebesar Rp1,03 triliun. Segmen pariwisata berkontribusi sebesar Rp807,97 miliar dan segmen real estat sebesar Rp223,90 miliar.

Di satu sisi, Ancol sendiri menargetkan sedikitnya 600.000 pengunjung selama pekan libur Lebaran pada periode 19 Maret—15 April 2026. Namun, puncak kedatangan wisatawan diprediksi bakal berada pada tanggal 20—21 Maret 2026.

Bahkan, Ancol pede momentum libur panjang bakal memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan hari tanpa momentum liburan. Hanya saja, awal 2026 dinilai cenderung lesu lantaran cuaca hujan di wilayah Jakarta.

”Kalau analoginya, misalnya jumlah hari weekend dan libur itu 40:60, tetapi pendapatan bisa jadi berkebalikan. Sebanyak 60% untuk yang liburan dan 40% untuk yang hari biasa,” katanya.

Sebelumnya, Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) Daniel Windriatmoko, menerangkan bahwa pihaknya menetapkan periode libur Lebaran pada 19 Maret—3 April 2026. Ratusan ribu pengunjung diprediksi bakal memenuhi Ancol pada periode ini. 

”Target pengunjung yang dicanangkan sebanyak 600.000 orang selama periode tersebut. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 10% dibandingkan periode libur Lebaran tahun lalu,” katanya kepada Bisnis, Senin (9/3/2026). 

Dengan begitu, Ancol turut memproyeksikan kontribusi pendapatan sebesar hingga 6% dari momentum libur Lebaran 2026. Namun, Daniel tidak menutup kemungkinan ihwal kondisi ekonomi yang kian tidak pasti.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

    Berita Terbaru

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    # Hot Topic

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Rekomendasi Kami

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Foto

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro