Bisnis.com, JAKARTA — Emiten komponen otomotif seperti PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) hingga PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) akan menggenjot penjualan ekspor di tengah lesunya pasar komponen otomotif dalam negeri.
Wakil Direktur Utama Selamat Sempurna Ang Andri Pribadi mengakui bisnis SMSM saat ini di domestik sedang lesu. Berdasarkan laporan keuangan, penjualan domestik SMSM mencapai Rp902 miliar pada semester I/2025, turun 5,3% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan penjualan domestik periode yang sama tahun sebelumnya Rp952 miliar.
“Bisnis dalam negeri kami sedang dapat tekanan,” kata Ang Andri dalam public expose beberapa waktu lalu.
Anak usaha SMSM yang memproduksi komponen untuk dump truck mengalami kinerja lesu akibat kebijakan pemerintah yang mengizinkan impor truck, termasuk dump truck dari China. Kemudian, penyebab lainnya adalah kondisi perekonomian.
Di sisi lain, industri otomotif domestik saat ini masih lesu. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil secara wholesales pada Agustus 2025 sebesar 61.780 unit, atau merosot 19% yoy dibandingkan Agustus 2024 sebanyak 76.302 unit.
Penjualan mobil secara ritel alias dari dealer ke konsumen juga turun 13,4% yoy menjadi 66.478 unit pada Agustus 2025, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 76.806 unit.
Ang Andri mengatakan bahwa perseroan pun fokus untuk mengembangkan pasar ekspornya. Saat ini, porsi penjualan ekspor di SMSM lebih tinggi atau mencapai 65% dibandingkan penjualan domestik sebesar 35%.
Penjualan ekspor SMSM pun bertumbuh. Sampai semester I/2025, SMSM mencatatkan penjualan ekspor Rp1,65 triliun, naik 18,31% yoy dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,39 triliun.
Pasar penjualan ekspor SMSM terbesar dikontribusikan dari AS. Selain itu pasar ekspor SMSM lainnya ke Australia, Malaysia, Thailand, Jepang, dan lainnya.
Ang Andri menjelaskan dalam mengembangkan pasar ekspor itu, SMSM tetap konsisten bekerja sama dengan distributor di tiap-tiap negara untuk campaign dan pengenalan produk.
“Sejauh ini, untuk negara tujuan baru belum ada, kami hanya cari distributor baru untuk naikkan kontribusi penjualan seperti di Uni Emirat Arab,” ujarnya.
Sementara itu, seiring dengan pertumbuhan ekspor, SMSM sendiri telah mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp2,56 triliun pada semester I/2025, naik 8,76% yoy. SMSM juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 18,48% yoy menjadi Rp531 miliar pada semester I/2025.
Pada tahun ini, perseroan sendiri menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 8% dengan laba bersih yang ditarget naik 10%.