Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasca GOTO PHK 1.300 Orang, Telkom (TLKM) Komitmen Perkuat Sinergi

Telkom melalui Telkomsel bakal memperkuat sinergi dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) meskipun telah melakukan PHK kepada 1.300 karyawan.
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yakni Telkomsel yang menjadi investor PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) bakal memperkuat sinergi dengan meskipun telah melakukan PHK kepada 1.300 karyawan.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono menerangkan sebagai salah satu investor, Telkomsel menghormati kebijakan yang diambil oleh manajemen GoTo. "Telkomsel meyakini kebijakan tersebut telah melalui pertimbangan bisnis yang matang untuk jangka panjang dan memperhatikan hak dan kewajiban yang harus dipenuhi manajemen GoTo kepada karyawan terdampak," katanya kepada Bisnis, dikutip Sabtu (18/11/2022).

Lebih jauhnya, dia menegaskan Telkomsel tetap berkomitmen mendorong kolaborasi yang sedang berjalan, dengan memperkuat sinergy value dengan GOTO. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan performa GOTO ke depan.

GOTO resmi melakukan pemutusan hari kerja (PHK) sekitar 1.300 karyawan. Langkah ini merupakan upaya perseroan beradaptasi dengan tantangan global yang berdampak besar terhadap GOTO.

Sementara itu, Chief of Corporate Affairs Grup GOTO Nila Marita mengatakan situasi ekonomi global ke depan sangat menantang. Maka itu perusahaan berupaya fokus pada internal salah satunya dengan efisiensi.

“Perampingan organisasi adalah keputusan sulit yang diambil setelah melakukan serangkaian efisiensi dan penghematan lainnya. Kami pada akhirnya harus mengambil pilihan yang sangat berat ini,” katanya, Sabtu (19/11/2022).

Menurutnya efisiensi perusahaan dilakukan karena tiga hal. Pertama, antisipasi situasi ekonomi tahun mendatang yang bakal makin berat. Kedua, efisiensi agar organisasi dapat bertumbuh secara sehat. Ketiga, mencapai kemandirian dalam finansial sehingga ketergantungan terhadap pendanaan investor bisa berkurang signifikan.

Selain PHK, lanjutnya, GOTO juga mengencangkan ikat pinggang sejak tahun lalu. Mulai dari mengurangi perjalanan dinas, memangkas biaya promosi dan marketing, tidak memperpanjang kontrak pekerja paruh waktu yang berakhir masa tugasnya, hingga menghentikan rekrutmen baru.

“Kami memberikan hak karyawan terdampak di atas ketentuan ketenagakerjaan, kami juga memberikan kompensasi tambahan 1 bulan gaji, serta menyiapkan paket non finansial dengan harapan dapat meringankan beban karyawan dalam melewati masa sulit ini. Antara lain menjadikan laptop sebagai hak milik karyawan, program konseling karir, keuangan dan psikologi selama 6 bulan ke depan serta menjembatani karyawan terdampak dengan industri yang membutuhkan talenta baru, terutama partner bisnis GOTO yang mencapai ratusan perusahaan,” kata Nila.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper