Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Alasan di Balik Mundurnya IPO GoTo dan Nasib IKN Ditinggal SoftBank

Perpanjangan periode bookbuilding IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. memunculkan banyak spekulasi di pasar. Mungkinkah saham GoTo kurang laku, sehingga perseroan ingin memberikan lebih banyak waktu bagi penjamin emisi untuk lebih gencar memasarkan saham GoTo?
Nurbaiti
Nurbaiti - Bisnis.com 22 Maret 2022  |  05:46 WIB
Paparan publik penawaran umum perdana saham atau IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. pada Selasa (15/3 - 2022).
Paparan publik penawaran umum perdana saham atau IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. pada Selasa (15/3 - 2022).

Bisnis.com, JAKARTA — Mundurnya suatu acara dari jadwal yang telah ditentukan bisa bermakna banyak hal. Hal itu bisa saja berarti ketidaksiapan, kesalahan perhitungan, atau untuk memancing lebih banyak eksposur.

Lantas, sinyal apa yang diberikan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. dengan memperpanjang periode bookbuilding IPO-nya?

Bookbuilding penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) GoTo mestinya berakhir Senin (21/3/2022). Namun, paginya, manajemen GoTo hingga sejumlah sekuritas yang berpartisipasi dalam memasarkan saham GoTo mengumumkan bahwa masa bookbuilding ini diperpanjang hingga Kamis (24/3/2022).

Mundurnya masa penawaran awal bisa berimbas pada mundurnya jadwal-jadwal lainnya, termasuk penawaran umum hingga tanggal pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Hal ini menjadikan banyak pihak memandang prospek IPO GoTo dengan sangsi. Jelas, GoTo punya pekerjaan rumah yang berat untuk membuktikan dirinya di pasar modal dan juga membuka jalan yang lebih lapang bagi calon-calon emiten dari kalangan startup di masa mendatang.

Jika IPO GoTo sukses, demikian pula kinerja sahamnya nanti di pasar sekunder, tentu pengalaman buruk dengan BUKA akan terobati dan memberikan optimisme lebih besar bagi investor dalam menyambut IPO startup lainnya di masa mendatang.

Ulasan tentang mundurnya IPO GoTo menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Selasa (22/3/2022):

 

1. Kinerja Solid Industri Perbankan Dipastikan Bertahan

Pemulihan kinerja ekonomi Indonesia makin jelas terlihat seiring dengan kuatnya kinerja indikator-indikator penentu di industri perbankan nasional. Namun, keberlangsungan tren ini serta daya tahan industri perbankan kini dalam tanda tanya menghadapi perkembangan sentimen global terkini.

Beberapa indikator yang menunjukkan kuatnya kinerja industri perbankan nasional saat ini antara lain, pertama, kinerja kredit yang mulai membaik.

Pertumbuhan kredit yang membaik menjadi sinyal adanya peningkatan kinerja ekonomi sektor riil. Hal ini membuka harapan bahwa kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun ini bakal lebih baik lagi. Di sisi lain, inflasi pun kemungkinan akan turut meningkat.

Selain itu, Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Februari 2022 dari Bank Indonesia yang terbit Jumat (18/3/2022) pekan lalu juga menunjukkan adanya indikasi peningkatan kebutuhan pembiayaan korporasi dalam 3 bulan yang akan datang (Mei 2022).

Sinyal positif itu juga didukung oleh ketahanan sistem keuangan Indonesia yang terjaga. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan Januari 2022 masih tinggi sebesar 25,78 persen. Likuiditas juga berlimpah, terlihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang solid.

 

2. Mencerna Alasan Di Balik Mundurnya IPO GoTo

Perpanjangan periode bookbuilding IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. memunculkan banyak spekulasi di pasar.

Mungkinkah saham GoTo kurang laku, sehingga perseroan ingin memberikan lebih banyak waktu bagi penjamin emisi untuk lebih gencar memasarkan saham GoTo?

Sebagai informasi, GoTo akan melepas 52 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp1 per saham dalam gelaran IPO ini. Jumlah ini setara dengan 4,35 persen saham yang disetor dan ditempatkan penuh.

Harga saham IPO GoTo ditetapkan berada dalam rentang Rp316-Rp346. Dengan demikian, melalui aksi korporasi ini GoTo berpotensi mendapatkan dana antara Rp16,43 triliun hingga Rp17,99 triliun.

Manajemen GoTo menjelaskan diperpanjangnya pemasaran saham GoTo bukan karena kurang laku, melainkan karena tingginya antusiasme masyarakat, terutama dari kalangan konsumen dan mitra GoTo (driver, merchant, seller).

Para konsumen dan mitra dalam ekosistem GoTo ini mendapatkan alokasi pasti (fixed allotment) saham GoTo melalui Program Saham Gotong Royong. Dengan diperpanjangnya periode bookbuilding, akan memberikan kesempatan lebih banyak bagi mereka untuk terlibat dalam IPO ini.

Kini, proses IPO GoTo masih berjalan dengan semua dinamika dan perbedaan pendapat di pasar. GoTo memang menghadapi tantangan yang cukup berat dalam langkah IPO kali ini, terutama karena pesaingnya yakni PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) memiliki kisah yang tidak begitu cemerlang di pasar.

 

3. Laju Kencang Transformasi VW Terancam Dampak Perang

Meski mencatatkan pengiriman unit yang lebih rendah dari tahun sebelumnya, Volkswagen mengklaim membuat kemajuan dalam transformasinya menjadi perusahaan teknologi di tahun pertama strategi ACCELERATE-nya. Bagaimana dengan rencana 2022?

Tonggak penting dicapai pada tahun 2021 sehubungan dengan elemen kunci e-mobilitas, digitalisasi, dan model bisnis baru. Pada intinya, Volkswagen berambisi menjadi merek yang paling diinginkan untuk mobilitas berkelanjutan. Ini menyangkut kualitas, nilai, dan keandalan.

CEO Volkswagen Passenger Cars Ralf Brandstätter mengatakan bahwa 2021 adalah yang luar biasa. Dalam lingkungan yang sangat menuntut itu, Volkswagen tidak hanya tetap berada di jalur operasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi kami secara berkelanjutan.

Volkswagen akan terus maju dengan transformasi pada 2022, dan dengan memperkuat ketahanan. Namun, saat ini tidak mungkin untuk memprediksi jalannya perang di Ukraina dan, lebih khusus lagi, dampaknya terhadap rantai pasokan dan ekonomi global secara keseluruhan.

Pada 2021, Volkswagen AG mencatatkan pengiriman unit kendaraan sebanyak 4,9 juta unit atau 8 persen lebih rendah dari capaian pada tahun sebelumnya sebanyak 5,3 juta unit.

Namun demikian, Volkswagen berhasil meraup pendapatan penjualan lebih besar 7 persen menjadi EUR 76,1 miliar (2020: EUR 71,1 miliar).

 

4. Pembangunan IKN, Investor Tak Cukup Hanya Melihat Titik Nol

Otorita IKN diminta segera menunjukkan kepada dunia bahwa proyek Ibu Kota Negara atau IKN bisa berjalan. Dengan adanya pembangunan infrastruktur dasar, calon investor memiliki keyakinan untuk berinvestasi dalam megaproyek tersebut. 

Jika lokasi IKN masih berupa hutan dan hanya ada Titik Nol Kilometer, sulit bagi calon investor untuk yakin menggelontorkan dananya.

Setelah SoftBank Group mundur dari rencana investasi pada proyek pembangunan ibu kota negara atau IKN. Mundurnya SoftBank dan perburuan investor baru menjadi pengingat ulang soal besarnya biaya yang diperlukan untuk membangun ibu kota baru.

Tak hanya memburu investor baru secara langsung, pemerintah juga mencari cara lain untuk membiayai pembangunan ibu kota negara baru atau IKN.

Sementara itu, terkait sumber dana pembangunan IKN, menurut Kepala Otorita IKN Bambang Susantono berasal dari kas negara maupun investasi sektor non pemerintah.

Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar, sedangkan investasi dari swasta akan menyesuaikan dengan karakteristik infrastruktur terkait.

Inisiasi pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dasar di IKN dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus menarik minat investasi di IKN ke depannya.

 

5. Asuransi Kredit di Jalur Pemulihan

Upaya yang dilakukan oleh para pelaku di industri asuransi kredit mulai membuahkan hasil. Rasio klaim asuransi menurun drastis dan tata kelola jauh lebih berkualitas. Stabilitas di industri jasa keuangan pun diyakini bakal menjaga tren positif ini untuk terus berlanjut.

Asuransi kredit adalah proteksi yang diberikan oleh asuransi kepada bank umum atau lembaga pembiayaan keuangan lainnya atas risiko kegagalan yang mungkin dialami oleh debiturnya dalam melunasi kewajiban utang atau kreditnya.

Makin tinggi nilai klaim asuransi ini, artinya makin tinggi pula kasus gagal bayar di lingkungan industri jasa keuangan. Sebaliknya, nilai klaim yang makin rendah mencerminkan kesehatan industri jasa keuangan.

Kondisi pandemi dalam 2 tahun terakhir telah menghantarkan industri jasa keuangan ke dalam krisis baru yang sangat berbahaya. Meskipun demikian, beruntung bahwa otoritas moneter dan pengawas memberikan berbagai kebijakan yang memungkinkan industri ini tetap stabil.

Salah satu yang paling signifikan yakni relaksasi restrukturisasi kredit. Jika biasanya restrukturisasi kredit akan digolongkan ke dalam nonperforming loan (NPL) atau kredit bermasalah, relaksasi ini memungkinkan kredit restrukturisasi itu tetap dikategorikan sebagai kredit lancar.

Ini berdampak signifikan, sebab permintaan restrukturisasi kredit akibat Covid-19 sempat melonjak hingga lebih dari Rp800 triliun. Tanpa relaksasi itu, rasio klaim asuransi kredit akan membengkak, sedangkan bank harus menyisihkan cadangan kerugian dalam nilai yang lebih tinggi lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo IKN Goto Top 5 News Bisnisindonesia.id

Sumber : Bisnisindonesia.id

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top