Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Aktivitas pasar modal diwarnai aksi para pencari cuan instan saham IPO di tengah koreksi pasar saham. (Bisnis / Eusebio Chrysnamurti)
Lihat Foto
Premium

Emiten IPO Januari Berpesta, Sektor Apa yang Mengekor Selanjutnya?

Perusahaan yang melakukan IPO pada Januari, secara serempak berhasil mencatatkan harga saham yang lebih tinggi dari harga perdananya. Apakah tren ini akan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya?
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
02 Februari 2022 | 15:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan yang menggelar initial public offering/IPO selama Januari 2022, berhasil mencatatkan kinerja saham yang moncer. Emiten pendatang baru tersebut berhasil mencetak kenaikan harga saham dibandingkan dengan harga perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Emiten tersebut antara lain PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. (BAUT), PT Net Visi Media Tbk. (NETV), PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC), PT Semacom Integrated Tbk. (SEMA), PT Adaro Mineral Indonesia Tbk.( ADMR).

Dari jajaran emiten IPO tersebut, pertumbuhan harga saham tertinggi dicapai oleh Adaro Mineral. Emiten dengan kode saham ADMR tersebut, hingga perdagangan sesi I, Rabu (2/2/2022), harga sahamnya sudah meroket hingga 1.190 persen sejak IPO di harga Rp100.  

Selain diuntungkan dengan nama besar PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebagai induk usahanya, pada 2021, ADMR juga mencatatkan performa cukup signifikan. Hal itu tercermin melalui keberhasilan mencatatkan net profit, setelah pada tahun 2018-2020 selalu mencatatkan net loss. Capaian ini dipengaruhi juga oleh kenaikan harga batu bara global.

Sementara itu, menyusul dibelakangnya dengan kenaikan harga saham tertinggi adalah emiten media NETV yang  mencatatkan pertumbuhan harga saham hingga 227 persen sejak harga IPO yang ditetapkan di level Rp196. Pada perdagangan sesi I, Rabu (2/2/2022), harga saham NETV berada pada level Rp640. 

Jika menilik dari prospektusnya, 53 persen dana yang didapat dari hasil IPO NETV digunakan untuk membayar sebagian pokok pinjaman kepada PT CIMB Niaga Tbk. sebesar Rp35,7 miliar dan PT Bank Artha Graha International Tbk senilai Rp9,29 miliar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top