Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Batu Bara, Adaro (ADRO) Dapat 'PR' Tambah Pasokan 500.000 Ton

Adaro (ADRO) telah bersepakat dengan Kementerian ESDM serta PLN untuk segera memenuhi tambahan pasokan tersebut.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  13:44 WIB
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk. - adaro.com
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk. - adaro.com

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah krisis pasokan batu bara yang membuat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melancarkan aturan larangan ekspor batu bara, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mendapat “pekerjaan rumah” tambahan.

Head of Corporate Communication ADRO Febriati Nadira menyebutkan di tengah krisis pasokan batu bara ke PLN, Adaro mendapatkan penugasan tambahan produksi sebanyak 500.000 ton dan sudah bersepakat dengan Kementerian ESDM serta PLN untuk segera dipenuhi.

“Kami berharap peraturan di industri batu bara dapat membuat perusahaan nasional seperti Adaro tetap bisa ikut mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memberikan kontribusi kepada negara dalam bentuk royalti, pajak, tenaga kerja, CSR dan lain-lain,” ujarnya, dikutip Selasa (18/1/2022).

Adapun, selama Januari – September 2021, kontribusi Adaro terhadap Pemerintah RI melalui royalti dan pajak penghasilan mencapai US$510 juta.

Adaro berkomitmen untuk terus mengupayakan pemenuhan kebijakan pasar domestik (DMO) yang berlaku.

“Mematuhi peraturan ketentuan DMO serta memenuhi kebutuhan dan pasokan batu bara untuk dalam negeri merupakan prioritas Adaro,” imbuhnya.

Untuk 2021 DMO Adaro sekitar 11,1 juta ton. Adapun, realisasi penjualan domestik pada Januari – Oktober 2021 sebesar 9,69 jt ton.

“Dengan tambahan penjualan di November dan Desember 2021, estimasi total penjualan batu bara ke domestik untuk tahun 2021 adalah 26-27 persen dari total produksi, lebih dari yang disyaratkan 25 persen,” jelasnya. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm adaro energy adro
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top