Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal OpenSea, Pasar Digital Pertama Koleksi Kripto

Viralnya Ghozali yang meraih keberuntungan karena mengunggah swafoto dirinya sebagai produk non fungible token (NFT) langsung menaikkan pamor marketplace NFT OpenSea.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  23:41 WIB
Mengenal OpenSea, Pasar Digital Pertama Koleksi Kripto
Ilustrasi NFT - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Marketplace NFT OpenSea langsung mencuat setelah viralnya seorang bernama Ghozali yang meraih keberuntungan karena mengunggah swafoto dirinya sebagai produk non fungible token (NFT) di aplikasi itu.

"Hari ini [foto selfie] terjual lebih dari 230+ dan sampai sekarang aku nggak tahu kenapa ada yang mau beli #NFT foto milikku. Tapi aku berterima kasih kepada kalian semua untuk upaya 5 tahunku yang terbayar lunas," tulis Ghozali di akun Twitternya, Selasa (11/1/2022).

Dari akun OpenSea miliknya, sebanyak 933 item NFT yang terdiri dari foto selfie pribadinya itu telah laris terjual. Satu foto milik Ghozali dihargai dengan harga terendah, yaitu 0,13 Ethereum atau sekitar Rp6 juta. Untuk keseluruhannya, bisnis NFT Ghozali mencapai 8,5 Ethereum atau sekitar Rp391 jutaan.

Menurut keterangan dalam web resminya, dikutip dari tempo.co, OpenSea memperkenalkan diri sebagai pasar digital pertama dan terbesar di dunia untuk koleksi kripto.

Cakupannya cukup bervariasi, mulai dari benda seni, barang koleksi, item game, nama domain, seni digital, musik, fotografi dan aset lain yang didukung oleh blockchain. Barang digital jenis baru yang dimaksud adalah NFT, atau token unik dan tidak dapat dipertukarkan.

OpenSea didirikan pada 2017 oleh Devin Finzer dan Alex Atallah. Mereka  membayangkan keadaan di  masa mendatang saat teknologi blockchain akan memungkinkan kepemilikan unik atas produk fisik atau digital apa pun.

Ide pasar seperti ini tampak menarik banyak orang untuk bergabung, dan memulai berjualan. Tercatat hingga Agustus 2021, OpenSea mencatat volume transaksi sebesar US$ 3,4 miliar (Rp 48,5 triliun).

Desain website OpenSea memiliki gaya sederhana dan bersih. Hal membuat pengguna dan calon pengunjung mudah melihat kategori yang tersedia, hal yang sedang trending, petunjuk cara membuat NFT, serta tips lainnya.

Keberadaan OpenSea serta pasar sejenis dapat menjadi alternatif baru untuk menambah pundi-pundi. Cocok untuk bagi pekerja seni atau siapapun yang memiliki karya kreatif  yang menginginkan karyanya dijadikan token yang unik atau sekalian dijual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cryptocurrency mata uang kripto NFT

Sumber : Tempo.co

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top