Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Angkutan batu bara berbasis rel di Sumatra Selatan. - ptba.co.id
Lihat Foto
Premium

Ketentuan DMO Batu Bara Bakal Direvisi, Siapa Emiten Diuntungkan?

Sejumlah emiten akan diuntungkan apabila skema DMO batu bara direvisi, terutama dalam hal penentuan harga jual ke PT PLN (Persero) dan perusahaan IPP domestik.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
13 Januari 2022 | 09:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia berencana melakukan perubahan terhadap tata kelola batu bara nasional. Salah satunya dengan mengubah skema domestic market obligation (DMO) yang selama ini diandalkan untuk pemenuhan pasokan untuk dalam negeri

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan kebijakan penghentian ekspor batu bara mulai 1-31 Januari 2022. Keputusan itu dipicu karena menipisnya pasokan batu bara untuk bahan bakar pembangkit listrik. Kementerian ESDM telah menjanjikan akan mengevaluasi kebijakan tersebut berdasarkan realisasi pasokan batu bara PLTU miliki PT PLN dan IPP. 

Untuk menjamin pasokan dalam negeri, pemerintah akan membuat formula baru penetapan harga batu bara yang akan dibayarkan PT PLN dengan harga pasar. Sorotan dari skema tersebut antara lain PLN akan mengikat kontrak dengan beberapa perusahaan batu bara, dengan spesifikasi sesuai kebutuhan PLN. Nilai harga kontrak akan disesuaikan setiap tiga atau enam bulan sesuai dengan harga pasar yang berlaku.

PLN membeli batu bara dengan harga pasar saat ini, kemudian menerima subsidi dari Badan Layanan Umum (BLU) untuk menutupi selisih antara harga pasar dan harga acuan DMO yang berlaku selama ini yakni sebesar US$70 per ton.

Sementara selisih antara harga yang diberikan PLN dengan harga pasar batu bara akan disediakan oleh BLU melalui kontribusi yang diterima dari perusahaan batu bara. Besaran iuran akan disesuaikan secara berkala berdasarkan selisih antara harga pasar yang dibeli PLN dengan harga referensi.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Juan Harahap mengatakan kondisi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi penambang batu bara, terutama yang memiliki pasokan domestik terbesar. Adapun inisitif pemerintah terhadap DMO, dia melihat sebagai katalis positif yang akan meningkatkan rata-rata ASP yang mengarah pada margin yang lebih tinggi pada penambang batu bara.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top