Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mobil Listrik Kian Populer, Reli Harga Kobalt Diyakini Berlanjut 2022

Permintaan terhadap kobalt tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Kenaikan harga kobalt didukung oleh tingginya permintaan untuk kendaraan listrik.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  09:56 WIB
Perakitan baterai untuk mobil listrik -  Bloomberg
Perakitan baterai untuk mobil listrik - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga komoditas kobalt berpotensi melanjutkan kenaikan pada 2022 setelah menguat 2 kali lipat pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan menguatnya minat pasar terhadap logam yang menjadi salah satu bahan utama pembuatan baterai kendaraan listrik.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (23/12/2021), Non-Ferrous Metals And Materials Trading General Manager Marubeni Corp, Yoichiro Suga menyebutkan, permintaan terhadap kobalt tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Menurutnya, kenaikan harga kobalt didukung oleh tingginya permintaan untuk kendaraan listrik.

Suga menuturkan, pihaknya belum melihat adanya faktor signifikan yang dapat menekan harga kobalt dalam beberapa waktu ke depan. Hal tersebut seiring dengan tersendatnya pasokan global dan rencana penggunaan komoditas ini yang tidak berubah dari sejumlah konsumen utama.

“Dengan tidak adanya perubahan rencana penggunaan dan terbatasnya pasokan, harga kobalt diprediksi akan naik secara moderat,” jelasnya.

Adapun, dorongan dari pasar global untuk energi ramah lingkungan di masa depan turut berimbas pada meroketnya permintaan terhadap logam-logam yang menjadi bahan baku pembuatan baterai seperti lithium, kobalt, dan nikel.

Di sisi lain, pasokan komoditas logam-logam tersebut masih tersendat dan diperburuk dengan kondisi pandemi virus corona.

Dalam laporannya bulan ini, International Monetary Fund (IMF) menyebutkan, transisi ke sumber energi terbarukan untuk melawan dampak perubahan iklim akan berimbas pada tingkat permintaan terhadap komoditas logam yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Sementara itu, riset dari Bloomberg NEF menyebutkan, penjualan kendaraan listrik komersial akan naik lebih dari 4 kali lipat menjadi 14 juta unit pada tahun 2025. Jumlah ini mencakup 16 persen dari keseluruhan pasar global.

Produsen mobil terbesar di dunia, Toyota Motor Corp, telah mengumumkan rencananya untuk menggelontorkan investasi sebesar US$35 miliar atau 4 triliun yen untuk mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik. Toyota menargetkan pihaknya dapat menjual 3,5 juta unit kendaraan listrik pada akhir dekade ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik harga komoditas Kendaraan Listrik Baterai Mobil Listrik
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top