Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Royal Tebar Dividen, Perhatikan Ini Sebelum Beli Sahamnya!

Investor harus mencermati dividen yield dan likuiditas saham sebelum mengakumulasikan saham-saham emiten yang akan membagikan dividen guna menghindari dividen trap.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 November 2021  |  19:53 WIB
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Akhir tahun ini menjadi kian meriah dengan prospek dividen royal dari perusahaan tercatat. Untuk dapat memaksimalkan perolehan imbal hasil dan bonus dividen, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan investor.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis per 22 November 2021, setidaknya sudah ada 12 emiten yang akan membagikan dividen interim pada akhir tahun ini.

Nilai total dividen interim tersebut mencapai sekitar Rp9,94 triliun, termasuk dalam dolar AS. Komitmen dividen tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp5,30 triliun.

Beberapa emiten yang akan membagikan dividen a.l. PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) senilai Rp145,28 per saham atau US$60 juta. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai Rp25 per saham atau Rp3,08 triliun.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) senilai Rp1.218 per saham atau US$94,1 juta. PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. (AMOR) senilai Rp61,05 per saham atau Rp67,77 miliar.

PT Cikarang Listrindo Tbk. (POWR) senilai Rp20,72 per saham atau Rp326,55 miliar. PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) senilai Rp100 per saham atau Rp262,61 miliar.

Teranyar, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) masuk barisan dengan memberikan dividen Rp66 per saham atau total Rp2,51 triliun.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan investor harus mencermati dividen yield dan likuiditas saham sebelum mengakumulasikan saham-saham emiten yang akan membagikan dividen pada akhir tahun ini.

Dia mengatakan hal itu untuk menghindari dividen trap yaitu ketika dividen dibagikan ternyata yield-nya terlalu besar.

“[Dividen trap] hanya menghasilkan penguatan sesaat lalu harga turun setelah ex date,” jelas William kepada Bisnis, Senin (22/11/2021).

Selain itu, penting pula investor untuk memperhatikan likuiditas suatu saham. Pasalnya, faktor likuiditas akan berpengaruh ketika investor ingin menjual kembali saham tersebut dengan mudah.

Dari sejumlah saham yang akan memberikan dividen pada akhir tahun ini, William merekomendasikan BBCA, POWR, ITMG, LPPF, dan UNVR untuk dicermati.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi Korporasi dividen dividen interim
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top