Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prodia Siapkan Belanja Modal Rp200 Miliar, Fokus Digitalisasi Lab

Prodia mengalokasikan belanja modal senilai Rp200 miliar pada 2022, sama seperti 2021.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 17 November 2021  |  01:09 WIB
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dewi Muliaty (kiri), didampingi Komisaris Utama Andi Wijaya (kedua kiri) meninjau pusat layanan kesehatan geriatri, khusus pelanggan usia lanjut, di Pondok Indah, Jakarta, Selasa (12/12). - JIBI/Abdullah Azzam
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dewi Muliaty (kiri), didampingi Komisaris Utama Andi Wijaya (kedua kiri) meninjau pusat layanan kesehatan geriatri, khusus pelanggan usia lanjut, di Pondok Indah, Jakarta, Selasa (12/12). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten laboratorium, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) menargetkan belanja modal pada tahun depan berkisar Rp200 miliar. Fokus perseroan kini beralih mengembangkan layanan digital dibandingkan dengan membuka cabang baru.

President Director Prodia Widyahusada Dewi Muliaty mengungkapkan belanja modal pada tahun ini sebesar Rp200 miliar dan pada 2022 pun besarannya tidak akan berubah.

"Tahun ini sekitar Rp200 miliar, tahun depan juga sama, dalam dua tahun ini tak buka outlet fisik terlalu besar paling 1--2 pembangunan baru. Fokusnya, omni channel digital service, jadi bisa sekaligus membangun ekosistem digital," urainya dalam paparan publik, Selasa (16/11/2021).

Dia bercerita realisasi belanja modal hingga 9 bulan 2021 baru terserap 40 persen atau berkisar Rp80 miliar dengan fokus pembangunan teknologi informasi (TI) perusahaan. Realisasi yang lebih rendah tersebut karena pengeluaran untuk belanja modal yang disesuaikan bergeser ke belanja operasional.

Emiten berkode PRDA ini biasa membuka cabang baru dan menyerap belanja modal cukup besar. Namun, perseroan kali ini menggeser fokusnya dengan membangun digitalisasi pelayanan laboratorium yang dikombinasikan dengan layanan datang ke rumah atau home service.

"Tahun depan sama, tak banyak pembukaan cabang, 1--2 saja mungkin. Kami fokus pada digitalisasi membuat pertumbuhan seluruhnya," katanya.

Dewi menjelaskan perubahan fokus ekspansi ini merupakan hasil pembelajaran dari pandemi Covid-19 ketika pelayanan dapat dilakukan tidak secara fisik sehingga pelanggan tidak perlu datang ke outlet.

"Prodia mengembangkan mobile apps, sehingga pelanggan tinggal pesan, lalu membayar dan adan Prodia home service. Menolong pasien menjadi lebih mudah, hasil tes pun dapat dikirim secara online," urainya.

Hal ini jelasnya didukung peraturan laboratorium kesehatan yang dapat melayani home service, sebagai perubahan dari aturan Kementerian Kesehatan.

"Kami punya strategi menargetkan home service ini lebih dari 100 di seluruh Indonesia, saat ini masih sangat perlu membuat janji, antrean panjang, minatnya banyak sekali," katanya.

Dengan digitalisasi, cabang yang dibuka tidak perlu sebanyak sebelumnya. Pembukaan cabang baru hanya dilakukan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya di perumahan yang relatif baru dan sebelumnya point of care Prodia dengan peningkatan permintaan yang baik baru membuka cabang baru.

Di sisi lain, digitalisasi juga dilakukan tidak hanya dari sisi pelanggan, melainkan dalam proses laboratorium dan operasi, sehingga perseroan mendapatkan kinerja yang lebih efisien dibandingkan dengan sebelumnya.

Hingga kuartal III/2021, PRDA sudah memiliki 257 outlet di 34 provinsi di Indonesia dengan melayani 2,6 juta kunjungan pasien atau naik 37,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Volume pengujian laboratorium yang dilakukan pun sudah lebih dari 13,7 juta pengujian atau naik 48 persen sepanjang 9 bulan 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

capex prodia laboratorium prodia widyahusada
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top