Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Telkom (TLKM) Kaji Konsolidasi Bisnis Data Center

Telkom berharap konsolidasi dan value unlocking bisnis data center dapat terwujud dalam 2-3 tahun mendatang.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  13:38 WIB
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. - tlt.co.id
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. - tlt.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Manajemen PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. atau Telkom buka suara terkait rencana perusahaan untuk berekspansi ke sektor data center.

VP Investor Relations Telkom Andi Setiawan melalui keterangan resmi pada Jumat (22/10/2021) memaparkan, saat ini rencana konsolidasi bisnis data center masih berada dalam proses pendalaman atau untuk selanjutnya dikelola oleh satu entitas dalam Group.

“Rencana konsolidasi ini masih dalam tahap kajian dan tahap berikutnya akan dilakukan kajian terhadap opsi unlocking value terbaik yang akan memberikan manfaat terbesar bagi perusahaan,” jelasnya, Jumat (22/10/2021).

Dalam rangka transformasi emiten berkode saham TLKM ini menuju digital telco company, data center merupakan bagian penting dari ekosistem digital Telkom sebagai digital platform atas berbagai digital services Telkom. Strategi konsolidasi dan value unlocking data center diharapkan dapat menciptakan nilai yang lebih tinggi bagi seluruh stakeholders Perusahaan.

Andi menjelaskan, bisnis data center memiliki potensi valuasi yang lebih tinggi dibandingkan bisnis telekomunikasi, sehingga akan memberikan nilai yang lebih tinggi bagi Telkom secara keseluruhan apabila dilakukan value unlocking.

Guna membuka valuasi bisnis tersebut secara keseluruhan, manajemen TLKM memandang bisnis tersebut perlu dikonsolidasikan terlebih dahulu.

“Kami berharap konsolidasi dan value unlocking bisnis data center ini dapat terwujud dalam 2-3 tahun mendatang,” imbuhnya.

Sebelumnya, salah satu anak usaha TLKM PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), diprediksi akan melakukan initial public offering (IPO) pada tahun ini. Kejelasan tersebut muncul setelah pernyataan tegas Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, yang menjajikan pelepasan saham berlangsung sebelum kalender tahun ini berakhir.

“Mitratel [BUMN IPO] yang terdekat. Kita tahu, ini perusahaan dengan tower terbesar, dan akan menjadi perusahaan bintangnya industri ini [menara telekomunikasi],” kata Arya.

Arya juga meyakini investor akan mersepons positif kehadiran Mitratel di bursa. Keyakinan itu terutama didasari oleh perluasan bisnis Mitratel yang belakangan juga agresif terjun ke segmen kabel serat optik.

Ketimbang sebagian besar kompetitor, perusahaan ini termasuk sebagai pionir layanan tersebut.

“Mitratel didukung fiber optik, sehingga tower-tower yang dimiliki Mitratel punya tenaga yang kuat, bukan sekadar radio. Dari tower memang bisa diimbangi oleh perusahaan lain, tapi dari sisi fiber optik, Mitratel ini powerful," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN telkom data center
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top