Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Manajer Investasi Bersaing Kejar Target Dana Kelolaan Reksa Dana
Lihat Foto
Premium

Manajer Investasi Bersaing Kejar Target Dana Kelolaan Reksa Dana

Para manajer investasi masih optimistis target dana kelolaan atau asset under management (AUM) tahun ini bisa tercapai, sekalipun total AUM industri 2021 berpotensi lebih kecil dibandingkan tahun lalu.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com
13 September 2021 | 05:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Head of Capital Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai secara industri total dana kelolaan atau asset under management (AUM) akan sulit menyamai tahun lalu. Pasalnya industri reksa dana tengah kekurangan katalis untuk menarik modal masuk.

“Sulit menembus  rekor tahun lalu, terutama karena insentif pajak obligasi reksadana sudah tidak ada lagi sama-sama 10 persen maka industri reksadana terproteksi menjadi tidak menarik lagi buat investor institusi,” katanya kepada Bisnis baru-baru ini.

Seperti diketahui, pemerintah memberikan keringanan pajak penghasilan (PPh) bunga obligasi untuk investor domestik menjadi 10 persen. Adapun berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) total AUM terus mengalami penyusutan sejak awal tahun.

Pada Januari 2021, OJK mencatat dana kelolaan menyentuh level Rp571,26 triliun. Sebuah rekor tertinggi sejak 2013. Namun angka itu terus mengendur hingga ke level Rp536,10 triliun pada Juni. Na’asnya ketika dana kelola mulai bangkit ke level Rp542,54 triliun per Agustus 2021, beleid anyar tersebut ditetapkan.

OJK mencatat reksa dana saham mencatatkan kenaikan 5 persen menjadi Rp127,5 triliun. Begitu juga dengan reksa dana pendapatan tetap menjadi RpRp149,20 triliun. Akan tetapi, penurunan dalam terjadi pada reksa dana terproteksi atau capital protected fund. Tercatat, jumlah dana kelolaan reksa dana terproteksi pada akhir Agustus 2021 menyusut menjadi Rp93,73 triliun dari posisi Rp98,95 triliun.

Oleh sebab itu, Wawan menilai saat ini produk paling potensial bagi investor adalah pasar uang dan pendapatan tetap. Dia merekomendasikan investor memasang strategi 5-3-2 untuk jangka menengah.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top