Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/6/2021). Rapat tersebut membahas Rencana Kerja Pemerintah Kementerian/Lembaga (RKP K/L) dan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) Tahun 2022. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto - foc.
Lihat Foto
Premium

Menilik Urgensi Suntikan Negara Untuk BBNI dan BBTN

Injeksi dana pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN), dinilai menjadi bantalan yang diperlukan kedua perseroan di tengah tekanan pandemi Covid-19.
Asteria Desi K. & M. Richard
Asteria Desi K. & M. Richard - Bisnis.com
15 Juli 2021 | 19:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru saja mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, terkait dengan pemberian penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) tahun 2022 sebesar Rp9 triliun.

Secara perinci, BNI akan menerima Rp7 triliun dan BTN akan menerima sebesar Rp2 triliun. Kebijakan ini merupakan bagian dari usulan PMN kepada perusahaan BUMN pada 2022 sebesar Rp72,45 triliun. 

Adapun penambahan modal pada kedua perusahaan pelat merah tersebut ditujukan untuk penguatan permodalan dengan peningkatan capital tier 1 dan capital adequacy ratio atau CAR. 

Apalagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan status BNI sebagai bank sistemik dan telah meminta untuk memperkuat modal tier 1 BNI. Sementara itu, terkait kredit bermasalah atau non performing loan (NPL), bank tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam satu hingga dua tahun ke depan sejalan dengan restrukturisasi dan tranformasi BNI.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, BNI saat ini mengalami tekanan di mana, CAR tier I perseroan hanya berkisar 16 persen. Di sisi lain, pertumbuhan aset dan pinjaman BNI tidak didukung dengan perolehan laba yang begitu memadai.

"Oleh karena itu, sesuai dengan status BNI sebagai bank sistemik OJK juga menekankan penguatan tier 1 BNI," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI, Rabu (14/7/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top