Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
alon penumpang pesawat melihat papan jadwal keberangkatan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (23/4/2021).  ANTARA FOTO/Fauzan - wsj.
Lihat Foto
Premium

Larangan Mudik: GIAA & LRNA Jaga Asa, ASSA & SAPX Siap Ngegas

Kebijakan pemerintah yang memberlakukan larangan mudik dan memperketat perjalanan selama Lebaran 2021, ditanggapi beragam oleh emiten di sektor angkutan umum dan logistik.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com
26 April 2021 | 08:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Belum lama ini, pemerintah baru saja memperketat mekanisme perjalanan transportasi pada saat musim mudik 2021, yakni pada H-14 peniadaan mudik dan H+7.

Kebijakan itu diambil sebagai antisipasi lonjakan jumlah pemudik yang hendak pergi dalam rentang waktu tersebut. Aturan tersebut terangkum dalam adendum Surat Edaran No. 13/2021 yang mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik selama 22 April - 5 Mei 2021 dan H+7 peniadaan mudik (18 - 24 Mei 2021).

Sementara itu, selama masa peniadaan mudik yang awalnya ditetapkan pada 6-17 Mei 2021, tetap berlaku aturan sebelumnya. Angkutan umum pun dilarang beroperasi.

Kondisi ini pun berpengaruh kepada sejumlah emiten yang bergerak di sektor penyedia jasa transportasi umum dan logistik.

Emiten transportasi umum menjadi yang paling terdampak negatif akibat kebijakan pemerintah tersebut. Maklum, periode ramadan dan lebaran biasanya menjadi ladang cuan bagi emiten di sektor tersebut lantaran adanya budaya mudik di masyarakat.

Maskapai plat merah, PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) menyatakan masih mencoba bertahan di tengah pengetatan larangan mudik Lebaran 2021.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top