Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, milik Grup Sinar Mas, di Sidoarjo, Jawa Timur. Pabrik ini mulai beropersi pada 1978 dengan kapasitas tahunan 12,000 metrik ton. - tjiwi.co.id
Premium

Historia Bisnis : Ketika Sinarmas Tunda Negosiasi Restrukturisasi Utang US$6,5 Miliar APP

25 April 2021 | 11:49 WIB
Dampak krisis moneter 1998 turut dirasakan Grup Sinar Mas. Konglomerasi itu terpaksa merestrukturisasi utang miliaran dolar AS yang dimiliki untuk bisa bertahan.

Bisnis.com, JAKARTA — Keluarga Widjaja, pengendali Grup Sinarmas, memutuskan untuk menunda negosiasi restrukturisasi utang Asia Pulp & Paper (APP) senilai US$6,5 miliar.

Di harian Bisnis Indonesia edisi 25 April 2003, tepatnya dalam berita berjudul Keluarga Widjaja tunda negosiasi APP, Deputi Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Bidang Aset Manajemen Kredit Mohammad Syahrial mengatakan negosiasi bakal dilanjutkan pada pekan berikutnya.

"Tadi malam APP datang dan menyerahkan surat yang meminta penundaan waktu supaya ada kesempatan untuk berpikir lebih tenang [soal voting right]," ujarnya, Kamis (24/4/2003).

Penundaan ini diyakini akan membuat pihak kreditur untuk lebih siap dalam menyelesaikan negosiasi.

BPPN menegaskan tengah menyiapkan beberapa alternatif untuk mencegah negosiasi menghadapi jalan buntu. Misalnya, voting right untuk default APP bisa mengikuti tawaran perusahaan tersebut, yang meminta minimal 75 persen.

BPPN menyatakan voting right untuk mendeklarasikan default bisa mencapai 67 persen, tetapi perusahaan kertas itu diberikan remedian period antara 3 bulan sampai 1 tahun. Setelah menyatakan default, ada tiga opsi yang dapat diambil, yakni restrukturisasi ulang, debt to equity coversion, atau pemailitan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top