Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Turis ke Bali Wajib Tes PCR, Bos Siloam Langsung Gercep Tangkap Peluang

PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) menawarkan paket tes PCR merespons kewajiban tes bagi wisatawan yang hendak bepergian ke Bali.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  14:18 WIB
RS Siloam Semanggi - siloamhospitals
RS Siloam Semanggi - siloamhospitals

Bisnis.com, JAKARTA – PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) bergerak cepat dalam merespons  kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 selama musim liburan akhir tahun ini. 

Presiden Komisaris Siloam John Riady mengunggah sebuah pengumuman yang menampilkan keterangan paket tes Covid-19 untuk keperluan liburan melalui laman Instagram story pribadinya.

“Sambut liburan dengan nyaman. Pastikan kesehatan Anda saat liburan dengan: Family RT-PCR 4 pax Rp4.799.000, Swab Antigen + Rapid Rp499.000, Serologi Rp199.000,” tulis manajemen dalam pamflet keterangan paket promosinya.

Adapun paket tes perjalanan tersebut hanya tersedia untuk periode 1-31 Desember 2020 dengan pembelian melalui mcu.siloamhospitals.com atau langsung mengunjungi rumah sakit.

Terkhusus untuk paket family RT-PCR 4 pax, hasil akan diterima satu hari setelah pemeriksaan, terhitung dari sampel diterima laboratorium Siloam. Adapun pemeriksaan dilakukan dengan melampirkan bukti surat keterangan hasil tes.

siloam

Sebelumnya, Menko Maritim dan Investasi  Luhut B. Panjaitan berpesan agar ada pengetatan protokol kesehatan di rest area, hotel, dan tempat wisata di kawasan Bali.

“Kami minta untuk wisatawan yang akan naik pesawat ke Bali wajib melakukan tes PCR H-2 sebelum penerbangan ke Bali serta mewajibkan tes rapid antigen H-2 sebelum perjalanan darat masuk ke Bali,” jelasnya melalui keterangan tresmi, Senin (14/12/2020).

Untuk mengatur mekanismenya, Luhut meminta Menkes, Kepala BNPB, dan Menhub untuk segera mengatur prosedurnya. Dia meminta agar implementasi pengetatan ini dapat dimulai pada tanggal 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 pasca libur natal dan tahun baru 2020-2021.

Selain pengetatan tes Covid-19, pemerintah juga memutuskan untuk melarang kerumunan dan perayaan tahun baru di tempat umum.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali lippo karawaci siloam Covid-19
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top