Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja 10 Manajer Investasi Terbesar Jelang Akhir Tahun, Mandiri MI Jawara

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per akhir November 2020, PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) menduduki posisi pertama sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan produk reksa dana terbesar.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 13 Desember 2020  |  12:16 WIB
Manajemen direksi PT Mandiri Manajemen Investasi, Direktur Utama Alvin Pattisahusiwa (tengah), Direktur Endang Astharanti (kiri), dan Direktur Arief Budiman.  - Istimewa
Manajemen direksi PT Mandiri Manajemen Investasi, Direktur Utama Alvin Pattisahusiwa (tengah), Direktur Endang Astharanti (kiri), dan Direktur Arief Budiman. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Sebulan jelang tutup tahun, pertumbuhan dana kelolaan manajer investasi terpantau beragam. Sejumlah fund manager berhasil tumbuh dibandingkan posisi akhir tahun lalu, sebagian lainnya masih tertekan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per akhir November 2020, PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) menduduki posisi pertama sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan produk reksa dana terbesar.

Tercatat, per akhir November 2020 MMI membukukan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana Rp48,37 triliun. Realisasi ini telah melampaui NAB reksadana MMI per akhir Desember 2019 lalu yang sebesar Rp44,98 triliun.

Di posisi kedua, ada PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) dengan NAB Rp45,38 triliun. Sayangnya angka tersebut masih di bawah pencapaian BPAM akhir tahun lalu yang menyentuh Rp47,14 triliun.

Selanjutnya, ada PT Bahana TCW Investment Management dengan NAB Rp43,64 triliun. Bahana TCW juga telah melewati pencapaian NAB-nya per akhir tahun lalu yang sebesar Rp40,96 triliun.

Mengekor ketiganya, ada PT Manulife Asset Management (MAMI) yang berhasil membukukan NAB Rp42,29 triliun. Pertumbuhan dana kelolaan MAMI menjadi yang paling signifikan karena akhir tahun lalu NAB mereka ada di sekitar Rp29,69 triliun.

Sementara itu di bawahnya ada PT Schroder Investment Management Indonesia yang malah mencetak penyusutan NAB dibanding posisi akhir tahun lalu, dari Rp20,72 triliun menjadi Rp35,34 triliun per akhir November ini.

Kemudian ada berturut-turut ada PT Danareksa Investment Management (DIM), PT BNP Paribas Asset Management (BNP Paribas AM), dan PT BNI Asset Management (BNI AM) yang kompak mencetak pertumbuhan dari posisi akhir tahun lalu.

Per akhir November 2020, DIM tercatat naik menjadi Rp29,54 triliun dari Rp22,68 triliun, BNP Paribas AM naik menjadi Rp25,44 triliun dari Rp20,28 triliun, dan BNI AM naik menjadi Rp25,25 triliun dari RP20,61 triliun.

Terakhir, pada posisi kesembilan dan kesepuluh ada PT Syailendra Capital dan PT Eastspring Investments Indonesia yang membukukan kinerja yang berbeda.

Syailendra terpantau turut alami kenaikan, dana kelolaannya per November tahun ini yakni menjadi Rp22,64 triliun dari posisi Desember 2019 yang sebesar Rp20,71 triliun. Adapun dana kelolaan Eastspring per November 2020 Rp19,96 triliun sedangkan per akhir tahun lalu Rp20,61 triliun.

Secara industri, dana kelolaan seluruh manajer investasi per akhir November 2020 sebesar Rp547,86 triliun. Realisasi ini terpantau bertumbuh dibandingkan NAB industri per akhir Desember 2019 yang sebesar Rp542,17 triliun.

Perlu diingat, jumlah NAB ini hanya melingkupi produk reksa dana termasuk reksa dana dalam mata uang asing yang nilai dana kelolaannya telah dikonversi ke dalam rupiah menggunakan kurs tengah BI pada tanggal NAB dikeluarkan.

Jika dihitung secara keseluruhan termasuk dengan dana kelolaan produk alternatif seperti RDPT, DINFRA, EBA, DIRE, dan KPD, asset under management (AUM) secara industri per November 2020 mencapai Rp781 triliun.

Namun, data ini tidak ditampilkan secara rinci per manajer investasi karena tidak semua MI memiliki produk investasi alternatif. Pun, produk alternatif yang dimiliki tiap-tiap MI biasanya berbeda-beda.

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan kenaikan dana kelolaan reksa dana utamanya dipengaruhi pergerakan pasar yang mendongkrak valuasi aset reksa dana, meski turut disumbang juga oleh aksi pembelian reksa dana (subscription).

“Tapi kalau melihat pergerakan IHSG dan yield selama November ini saya rasa lebih karena kenaikan nilai aset ya,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Dia juga memperkirakan dana kelolaan reksa dana masih akan terus bertumbuh di sisa tahun ini. Apalagi secara historis pasar biasanya selalu bergerak positif pada bulan Desember. 

Tabel Dana Kelolaan Produk Reksa Dana 10 MI Terbesar

 
No
Manajer Investasi
NAB Nov 2020
NAB Des 2019
1
Mandiri Manajemen Investasi
Rp48,37 T
Rp44,98 T
2
Batavia Prosperindo Aset Manajemen
Rp45,38 T
Rp47,14 T
3
Bahana TCW Investment Management
Rp43,64 T
Rp40,96 T
4
Manulife Aset Managemen Indonesia
Rp42,29 T
Rp29,69 T
5
Schroder Investment Management Indonesia
Rp35,34 T
Rp40,72 T
6
Danareksa Investment Management
Rp29,54 T
Rp22,68 T
7
BNP Paribas Asset Management
RP25,44 T
RP18,55 T
8
BNI Asset Management
Rp25,25 T
Rp20,28 T
9
Syailendra Capital
Rp22,64 T
Rp20,71 T
10
Eastspring Investments Indonesia
Rp19,96 T
Rp20,61 T
 

*Sumber: OJK, hanya untuk produk reksa dana, termasuk produk reksa dana dengan mata uang asing yang telah dikonversi ke dalam rupiah menggunakan kurs tengah BI.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manajer investasi reksa dana dana kelolaan investasi reksa dana
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top