Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com
Premium

Saham BUMI Keluar Zona Gocap, Bos Tekstil Ini Cuan Besar

02 Desember 2020 | 11:47 WIB
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mencatat kepemilikan saham di atas 5 persen oleh dua investor per 1 Desember 2020.

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan harga batu bara sepanjang November 2020 hingga 17 persen telah membawa berkah bagi emiten emas hitam ini.

Harga saham-saham perusahaan batu bara mendorong bursa di zona hijau. Bahkan sejumlah emiten batu bara mencatatkan kinerja yang solid sepanjang November 2020 mengalahkan indeks paling likuid, LQ-45.

Ini ditunjukkan oleh kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG). Perusahaan batu bara ini menjadi top gainers indeks LQ45 pada November 2020. Produsen batu bara itu terbang 67,22 persen ke level Rp13.100 dalam sebulan.

Demikian juga PT Adaro Energy Tbk. (ADRO).Emiten milik Garibaldi 'Boy' Thohir itu melompat 25,23 persen dalam sebulan terakhir.

Namun dari 22 emiten batu bara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, fenomena bangkitnya emiten batu bara terafiliasi Grup Bakrie adalah yang mencolok. Pasalnya saham-saham seperti PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), hingga kontraktor tambang DEWA cukup lama berada di level harga Rp50. Padahal pada 2008 emiten ini pernah menjadi incaran investor sebelum terhempas pada posisi terbawah pada 2015, sempat bangkit pada 2017 namun kembali jatuh ke level Rp50.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top