Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Seorang pekerja melintas di depan pabrik PT Gudang Garam Tbk. Kediri, Jawa Timur. - Antara / Arief Priyono
Premium

Saham HMSP Hingga GGRM, antara Kenaikan UMP & Rekomendasi WHO

21 Oktober 2020 | 09:19 WIB
Pelemahan daya beli, kenaikan upah pada 2021 dan rekomendasi WHO yang mendorong kenaikan cukai hingga 25 persen memberi ketidakpastian bagi PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) hingga PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP).

Bisnis.com, JAKARTA - Harga saham emiten rokok dan tembakau kompak merosot hingga penutupan perdagangan Selasa (20/10/2020)

Pelemahan harga saham emiten rokok dipimpin oleh PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) yang menurun 5,86 persen ke level Rp40.550. Pelemahan anggota Indeks Bisnis-27 ini juga diikuti oleh PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) juga melemah 5,67 persen ke level Rp1.415

Emiten rokok lainnya seperti PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (WIIM) turut anjlok 5,21 persen ke harga Rp364. Sedangkan harga saham PT Indonesia Tobacco Tbk. (ITIC) merosot 2,1 persen ke level Rp700.

Sementara itu, saham PT Bentoel Internasional Investama Tbk. (RMBA) menjadi satu-satunya emiten rokok yang bergerak stagnan pada penutupan perdagangan kemarin di level Rp370.

Pelemahan harga saham rokok telah dimulai sejak perdagangan sesi pertama. Pemantiknya, penundaan keputusan pemerintah atas tarif cukai hasil tembakau (CHT) dari jadwal yang telah ditentukan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top