Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Kendaraan CBU Lewat Terminal IPCC Turun 61,39 Persen

Penurunan ekspor disebabkan oleh pelemahan permintaan dari negara tujuan seperti Filipina, Vietnam, Arab Saudi, dan Meksiko. 
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 17 September 2020  |  16:27 WIB
Petugas mengatur alur mobil-mobil yang siap diekspor di Dermaga PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Selasa (12/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Petugas mengatur alur mobil-mobil yang siap diekspor di Dermaga PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Selasa (12/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com,JAKARTA — PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) melaporkan penurunan ekspor kendaraan completely built up melalui terminal perseroan. Realisasi hingga Agustus 2020 belum mampu melewati periode yang sama tahun lalu.

Investor Relation Indonesia Kendaraan Terminal Reza Priyambada mengungkapkan jumlah kendaraan completely built up (CBU) yang diekspor berjumlah 13.844 unit per Agustus 2020. Pencapaian itu turun 61,39 persen dari 35.857 unit periode yang sama tahun lalu.

“Secara akumulasi, dari Januari hingga Agustus tahun ini, total kendaraan CBU yang telah diekspor yang melalui Terminal Internasional IPCC mencapai 133.644 unit dimana di bawah pencapaian akumulasi pada periode yang sama di tahun lalu sebesar 199.400 unit,” jelasnya melalui siaran pers, Kamis (17/9/2020).

Dari sisi impor, Reza menjelaskan bahwa kendaraan yang masuk melalui terminal IPCC sebanyak 1.177 unit pada Agustus 2020. Posisi itu turun 83,16 persen dibandingkan dengan 6.989 unit periode Agustus 2019.

“Sementara itu, secara akumulasi, jumlah impor kendaraan CBU yang melalui IPCC mencapai 22.337 unit hingga Agustus 2020 atau turun 56,86 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu sebanyak 51.782 unit,” tuturnya.

Dia mengatakan rendahnya ekspor diperkirakan karena penurunan permintaan kendaraan CBU di negara tujuan antara lain Filipina, Vietnam, Arab Saudi, dan Meksiko. 

Kendati demikian, IPCC menyebut kegiatan layanan bongkar muat kendaraan CBU yang masih berlangsung dapat berimbas positif terhadap kinerja operasional dan keuangan perseroan.

Dari sisi internal, Reza mengungkapkan IPCC tetap mengupayakan optimalisasi layanan bongkar muat kepelabuhan terhadap kendaraan yang masuk ke terminal IPCC. Strategi itu dijalankan dengan mengedepankan protokol kesehatan yang diawasi secara ketat.

“IPCC berharap permintaan kendaraan dapat kembali meningkat yang diikuti dengan kemampuan daya beli masyarakat baik di Indonesia maupun di negara tujuan ekspor meski di tengah kondisi fase new normal ke depannya,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten IPCC Terminal
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top