Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah Anjlok 5 Persen, Harga Emas Mulai Stabil di Kisaran US$1.900

Kembali stabilnya harga emas didorong oleh tingkat imbal hasil riil yang negatif serta banjir stimulus untuk melawan dampak negatif dari pandemi virus corona terhadap perekonomian.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  09:42 WIB
Emas batangan 24 karat ukuran 1 trou ons, setara 31,1 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg
Emas batangan 24 karat ukuran 1 trou ons, setara 31,1 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah mengalami fluktuasi yang drastis, harga emas akhirnya mulai stabil di kisaran US$1.900 per ounce. Hal ini terjadi seiring dengan sikap investor yang memantau perkembangan tingkat imbal hasil, nilai mata uang dolar AS dan kenaikan risiko.

Berdasarkan laporan Bloomberg pada Kamis (13/8/2020), emas di pasar Spot terpantau naik 1,11 persen atau 21,19 poin ke posisi US$1.937,02 per troy ounce pada pukul 09.35 WIB.

Pada Selasa kemarin, harga emas mengalami koreksi 5,7 persen, penurunan harian terbesar dalam tujuh tahun terakhir setelah sempat menyentuh US$2.075,47 per troy ounce pekan lalu.

Sementara itu, emas berjangka untuk pengiriman bulan Desember terpantau turun 0,06 persen ke level US$1.947,90 per troy ounce di pasar Comex di New York, Amerika Serikat.

Meskipun sempat terkoreksi, emas dan perak merupakan komoditas dengan performa harga terbaik di antara komoditas lainnya. Hal ini didorong oleh tingkat imbal hasil riil yang negatif serta banjir stimulus untuk melawan dampak negatif dari pandemi virus corona terhadap perekonomian.

Dalam laporannya, Goldman Sachs Group menyatakan emas adalah mata uang alternatif terakhir ditengah ancaman inflasi terhadap dolar AS. Goldman juga memperkirakan harga emas akan kembali menembus level US$2.000 per ounce dalam beberapa waktu.

Edward Moya, Senior Market Analyst di Oanda Corp mengatakan fluktuasi harga emas akan kembali terjadi dalam waktu dekat. Hal ini ditopang oleh tingkat imbal hasil obligasi yang akan penuh dengan volatilitas di sisa tahun 2020.

"Laju harga emas kemungkinan akan moderat, tetapi masih dapat mencetak rekor harga yang baru," ujarnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top