Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dibayangi Pandemi, Merdeka Copper Gold (MDKA) Pertahankan Target Produksi

Merdeka Copper Gold (MDKA) menargetkan produksi emas sebanyak 165.000-185.000 ounces sepanjang 2020. Target itu lebih rendah dibandingkan dengan target produksi tahun lalu sebesar 180.000 - 200.000 ounces.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  14:00 WIB
Kondisi hutan Tumpang Pitu Banyuwangi yang menjadi area konsensi tambang emas oleh PT Bumi Suksesindo yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). JIBI - Bisnis/Peni Widarti
Kondisi hutan Tumpang Pitu Banyuwangi yang menjadi area konsensi tambang emas oleh PT Bumi Suksesindo yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). JIBI - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk., mempertahankan target produksi tahun ini di kisaran 165.000 hingga 185.000 ounces.

Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan bahwa target produksi tidak berubah kendati banyak tantangan akibat pandemi Covid-19.

“Target produksi saat ini masih kami pertahankan sesuai target di awal tahun, yaitu 165.000 - 185.000 ounces emas,” ujar Adi kepada Bisnis, Selasa (30/6/2020).

Kendati demikian, target tersebut sesungguhnya lebih rendah dibandingkan dengan target produksi tahun lalu sebesar 180.000 - 200.000 ounces (oz).

Adapun, pada kuartal pertama tahun ini, emiten berkode saham MDKA itu berhasil memproduksi emas sebanyak 54.151 oz dengan biaya pendukung atau all-in sustaining cost (AISC) sebesar US$658 per oz.

Selain itu, perseroan juga berhasil menjual emas sebesar 59.667 oz pada kuartal I/2020. Capaian tersebut lebih tinggi 10,2 persen dibandingkan dengan realisasi kuartal I/2019 sebesar 54.105 oz.

Adi mengaku dengan tren kenaikan harga emas saat ini yang telah menyentuh level US$1.800 per troy ounce dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan ke depannya.

Namun, untuk melindungi dari fluktuasi harga emas di tengah sentimen penyebaran Covid-19 yang membuat pasar cukup bergejolak perseroan juga melakukan aksi hedging atau lindung nilai.

Seperti contohnya, pada kuartal I/2020 sebanyak 22.848 oz lindung nilai emas dengan harga strike US$1.354 per oz ditutup pada harga US$1.605 per oz sehingga itu menghasilkan kerugian bersih pada lindung nilai untuk kuartal I/2020 senilai US$5,7 juta.

Adapun, pada tiga bulan pertama tahun ini perseroan berhasil mencetak kenaikan pendapatan hingga 13,1 persen dari US$91,7 juta pada kuartal I/2019 menjadi sebesar US$103,78 juta pada kuartal I/2020.

Kendati demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk menyusut 26,2 persen menjadi US$14,97 juta pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu di posisi US$20,3 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merdeka copper
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top