Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6 - 2020). Bisnis / Eusebio Chrysnamurti
Premium

Saham Syariah Akankah Luntur karena Dukungan terhadap LGBT?

29 Juni 2020 | 22:07 WIB
Dukungan sejumlah perusahaan global terhadap kelompok minoritas LGBT ternyata membuat gelisah para investor dari unit bisnisnya di Tanah Air

Bisnis.com, JAKARTA— PT Bursa Efek Indonesia telah menetapkan sejumlah kategori saham-saham yang memenuhi syariat Islam. Lalu, apakah dukungan terhadap kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) atas unit bisnis induk dari emiten syariah menggugurkan label tersebut?

“Kan UNVR masuk DES (daftar efek syariah) ya, daftar emiten syariah, tetapi kalau ada kayak gini, apa tetap masih mendukung nilai-nilai syariah ya? Aku enggak paham,” ujar salah seorang investor.

Dari data Bursa Efek Indonesia, hingga Senin (29/6/2020), jumlah emiten secara total mencapai 692. Adapun, hanya 462 emiten di antaranya yang masuk dalam kategori saham syariah.

Dengan demikian, terdapat indeks khusus yang mengatur transaksi saham syariah dan non-syariah. Saham konvensional, kinerjanya mengacu pada indeks harga saham gabungan (IHSG).

Sementara itu, saham syariah menggunakan indeks saham syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII). ISSI dibentuk pada 12 Mei 2011 yang merupakan indeks gabungan saham syariah yang tercatat di Bursa.

Lalu, ada pula Jakarta Islamic Index (JII) yang merupakan indeks saham syariah yang pertama kali diluncurkan di pasar modal. Indeks tersebut telah digunakan sejak 3 Juli 2000.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top