Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MMI Andalkan Mandiri Global Sharia Equity Dollar

Dari sudut pandang investasi, perusahaan-perusahaan yang mempu menghadapi era disrupsi global dapat menjadi alternatif di masa pandemi saat ini.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  09:58 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 membuat masyarakat mengubah kebiasaannya menjadi lebih banyak beraktivitas di rumah dan mengandalkan teknologi, serta inovasi yang tersedia untuk menunjang kegiatannya.

Alvin Pattisahusiwa, Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi (MMI), mengatakan bahwa Indonesia menghadapi era disrupsi global karena perubahan aktivitas kehidupan masyarakat. Diperlukan inovasi yang lebih efisien agar mampu menjawab persoalan tersebut.

Kebutuhan untuk melakukan inovasi, serta kemajuan teknologi dan kebangkitan ekonomi negara-negara emerging menciptakan kesempatan bagi perusahaan maupun individu untuk berinovasi menciptakan sesuatu yang mengefisiensikan cara hidup dan bekerja.

“Salah satu alasan mengapa harga saham perusahaan-perusahaan yang mampu menghadapi era disrupsi global tetap optimal adalah karena perusahaan-perusahaan tersebut mampu berinovasi, menangkap peluang serta merubah cara dan produk lama dengan memanfaatkan keunggulan dari teknologi.” katanya.

Alvin menuturkan, perusahaan yang mampu menghadapi era disrupsi global umumnya cukup resilient dan cepat bangkit dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Dari sudut pandang investasi, perusahaan-perusahaan yang mempu menghadapi era disrupsi global dapat menjadi alternatif di masa pandemi saat ini. Untuk menjembatani investor dengan perusahaan tersebut, MMI memiliki Mandiri Global Sharia Equity Dollar (MGSED).

MGSED merupakan produk reksa dana bertema disrupsi global yang memberikan tingkat pendapatan investasi dalam denominasi dolar Amerika Serikat dan menarik untuk jangka panjang melalui investasi portofolio efek syariah luar negeri bersifat ekuitas di daftar efek syariah.

“Reksa dana ini dikelola secara aktif, berinvestasi pada saham-saham perusahaan global yang inovatif dan mempunyai kemampuan mendisrupsi industrinya, serta memberikan value kepada investor,” ujarnya.

Menurutnya, MMI bekerja sama dengan J.P. Morgan Asset Management sebagai penasihat teknis untuk reksa dana MGSED. Melalui MGSED, perusahaan memberikan peluang kepada investor untuk berinvestasi secara global dan mendiversifikasi portofolionya melalui investasi di perusahaanperusahaan global yang inovatif, seperti Microsoft, Apple, serta Roche.

“Dengan strategi itu, terbukti imbal hasil reksa dana MGSED hingga Mei 2020 sangat unggul, yakni 7,13% sejak awal tahun 2020 dan 20,03% dalam setahun terakhir” ucapnya.

Alvin menjelaskan, reksa dana MGSED memberikan investor kesempatan untuk berinvestasi pada saham teknologi, healthcare, e-commerce berskala global yang telah dan siap untuk melakukan disrupsi, perubahan dan inovasi serta memberikan potensi imbal hasil yang optimal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Lili Sunardi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top