Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
KANINDO PINDAH TANGAN: Preskom PT Apac Century Corporation (ACC) Bambang Trihatmodjo (kiri) didampingi anggota Dewan Komisaris PT ACC, Bambang Yoga Soegomo (kanan) berjalan memasuki lift Gedung Kantor Pusat Bank Bumi Daya, Jakarta seusai penandatanganan kesepakatan pengambilalihan saham dan manajemen Knindotex dari pihak BBD dan Bapindo kepada PT ACC, Kemarin. Dalam kesempatan tersebut disetujui PT ACC akan menyediakan dana segar senilai Rp539 miliar. - Bisnis/Bambang Harsri Irawan
Premium

Historia Bisnis: Drama Panjang Kasus Kanindotex

Bambang Trihatmodjo, putra ketiga Presiden Soeharto sekaligus Presiden Komisaris PT Apac Century Corporation (ACC), akhirnya mengumumkan akuisisi 90 persen saham perusahaan tekstil PT Kanindotex milik pengusaha Robby Tjahjadi.

Bisnis.com, JAKARTA — Petang itu, 16 Mei 1995 pukul 18.45 WIB, langit Jakarta tampak cerah. Mengenakan setelan jas hitam dan dasi tersimpul rapi, Bambang Trihatmodjo berjalan keluar dari Gedung Pusat Bank Bumi Daya (BBD) didampingi kolega-koleganya.

Setelah lebih dari dua jam berada di dalam gedung itu, putra ketiga Presiden Soeharto sekaligus Presiden Komisaris PT Apac Century Corporation (ACC) tersebut akhirnya mengumumkan akuisisi 90 persen saham perusahaan tekstil PT Kanindotex milik pengusaha Robby Tjahjadi.

“Penandatanganan pengambilalihan saham dan manajemen telah dilakukan tadi. Untuk bunga pinjaman yang belum jatuh tempo disepakati 11 persen berjangka 8 tahun. Pokoknya, semuanya sudah selesai sesuai proposal semula,” tutur Bambang seperti dikutip dari berita utama Bisnis Indonesia edisi 17 Mei 1995 atau 25 tahun silam.

Perkara akuisisi Kanindotex oleh ACC saat itu sempat jadi buah bibir karena perusahaan ini diketahui masih punya kewajiban melunasi angsuran atas kredit yang mereka dapat dari Bank Bumi Daya (BBD) Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).

Berdasarkan arsip Bisnis, kredit itu bahkan dilakukan empat kali. Yang pertama pada Mei 1990, mencakup nilai Rp250 miliar dengan bunga 28 persen. Sedangkan kredit kedua yang cair bulan Agustus 1990 bernilai Rp124 miliar dengan bunga 26 persen.

Kredit ketiga dilakukan April 1993 dengan nominal Rp50 miliar dan bunga 20 persen, sedangkan yang terakhir dikucurkan pada Juli 1993 dengan angka Rp100 miliar dan bunga 20 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top