Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sebulan Terakhir, Bos Mayora (MYOR) Borong Saham, Berapa Nilainya ya?

Sepanjang tahun berjalan, saham MYOR juga tercatat hanya mengalami penurunan 0,49 persen.
Direktur Utama PT Mayora Indah Tbk. Andre Sukendra Atmadja (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Hendarta Atmadja (dari kiri), Komisaris Hermawan Lesmana dan Komisaris Gunawan Atmadja seusai paparan publik di Tangerang, Banten, Rabu (14/6)./JIBI-Abdullah Azzam
Direktur Utama PT Mayora Indah Tbk. Andre Sukendra Atmadja (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Hendarta Atmadja (dari kiri), Komisaris Hermawan Lesmana dan Komisaris Gunawan Atmadja seusai paparan publik di Tangerang, Banten, Rabu (14/6)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) Andre Sukendra Atmadja Kembali menambah kepemilikan saham pada emiten makanan dan minuman tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, jumlah saham yang ia borong selama sebulan terakhir adalah 406.400 lembar saham.

Adapun, sepertinya perseroan melakukan kesalahan saat memasukkan data pada tanggal 24 Maret 2020, sehingga tidak tertera harga transaksi untuk pembelian 51.800 lembar saham pada hari tersebut.

Dengan variasi harga yang berbeda, total nilai transaksi dari 23 Maret 2020 hingga 16 April 2020 adalah sekitar Rp578,54 juta diluar dari nilai transaksi tak terdata pada 24 Maret 2020 dan komisi untuk sekuritas.

Selama kurun waktu tersebut, dia membelanjakan uangnya untuk membeli saham Mayora dengan harga terendah yakni Rp1.360 per lembar saham pada tanggal 24 Maret 2020 dan harga tertinggi Rp1.890 pada tanggal 16 April 2020 lalu. Dengan begitu, rata-rata harga transaksinya selama sebulan empat pekan terakhir adalah Rp1.596 per lembar saham.

Sebelum transaksi tersebut dilakukan, Andre memiliki 1.711.400, dan setelah transaksi selama sebulan tersebut kepemilikan sahamnya bertambah menjadi 2.117.800 atau 0,01 persen dari seluruh jumlah saham yang beredar.

Dikutip dari surat yang dilaporkan Corporate Secretary Yuni Gunawan, tujuan dari transaksi tersebut adalah investasi dengan status kepemilikan saham langsung.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2019, Mayora membukukan kenaikan laba bersih sebesar 15,81 persen, dari Rp1,72 triliun naik menjadi Rp1,99 triliun. Perseroan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan dari sisi penjualan sebesar Rp25,03 triliun, naik 4,01 persen dibanding tahun 2018 yakni Rp24,06 triliun.

Di lantai bursa, saham MYOR tercatat mengalami kenaikan 7,37 persen atau 140 poin ke level Rp2.040 pada penutupan pasar Jumat (17/4/2020). Sepanjang tahun berjalan, saham MYOR juga tercatat hanya mengalami penurunan 0,49 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper