Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Aramco Berpotensi Turun Lebih Rendah dari Waktu IPO

Harga saham perusahaan minyak Aramco berpotensi menurun ke level yang lebih rendah dari harga saat penawaran umum perdananya. Hal itu terjadi seiring menurunnya harga komoditas minyak.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 07 Maret 2020  |  20:40 WIB
Harga saham Aramco berpotensi menurun ke level yang lebih rendah dari harga IPO seiring menurunnya harga komoditas minyak. - saudigazette.com/Ilustrasi
Harga saham Aramco berpotensi menurun ke level yang lebih rendah dari harga IPO seiring menurunnya harga komoditas minyak. - saudigazette.com/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga saham perusahaan minyak Aramco berpotensi menurun ke level yang lebih rendah dari harga saat penawaran umum perdananya. Hal itu terjadi seiring menurunnya harga komoditas minyak.

Sejak melaksanakan initial public offering (IPO) di Bursa Saham Arab Saudi pada Desember, harga saham Aramco terus menguat. Harga saham Aramco tidak pernah menembus level yang lebih rendah dari 32 riyal atau US$8,53 per saham.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (7/3/2020), Kinerja saham Aramco cukup stabil meski kekhawatiran terhadap virus Corona merontokkan harga minyak mentah sebesar 30 persen secara tahun berjalan. Harga saham Aramco hanya turun 6 persen ke level 33 riyal pada perdagangan Jumat (6/3/2020).

Sementara itu, harga minyak mentah terus menukik, bahkan mencetak penurunan terbesar sepanjang dekade terakhir. Saham Aramco diperkirakan akan mendapatkan tekanan jual yang lebih besar pada perdagangan pekan depan.

Pemicu turunnya harga minyak dunia adalah mentoknya pembicaraan OPEC + dari aliansi antara Arab Saudi dan Rusia dalam menentukan harga minyak mentah. Rusia menolak untuk tunduk kepada kehendak Arab Saudi yang ingin memangkas produksi sebesar 1,5 juta barel per hari.

Laba bersih Aramco diperkirakan menurun 16 persen ke 348 miliar riyal pada 2019. Estimasi ini didasarkan pada keputusan menurunkan produksi sesuai dengan arahan Kementerian Energi Arab Saudi untuk mempertahankan harga minyak.

Chairman Aramco dan Gubernur Public Investment Fund Yasir Al Rumayyan mengatakan bahwa Pemerintah Arab Saudi memiliki program penjualan saham lanjutan, baik di bursa Saudi Arabia atau di negara lain. Rencana ini bakal mendapatkan ancaman serius jika harga saham Aramco terus turun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saudi aramco
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top